Fikri mengungkapkan, ia telah mengirimkan video bocornya atap kantor ke Bupati Tasikmalaya, namun hingga saat ini belum ada respons.
Begitu juga dengan Wakil Bupati Tasikmalaya yang hanya berjanji untuk menghubungi dinas terkait. Meski begitu, Fikri tetap mendorong agar usulan perbaikan segera ditindaklanjuti.
“Kita Komisi III mendorong untuk segera ditindaklanjuti usulan perbaikan dari Pemerintah Kecamatan Sukaratu untuk perbaikan kantor,” ungkap Fikri.
Bagi Fikri, kantor kecamatan adalah wajah dari pemerintahan daerah.
Baca Juga:5 Tips Memilih AC 1/2 PK Low Watt Terbaik untuk Kamar Tidur yang Hemat Listrik dan SehatPencurian Modus Ikut Salat Magrib di Kabupaten Tasikmalaya: Merenung di Dapur, Rampas Emas Lansia
Ia menekankan pentingnya sebuah kantor kecamatan yang layak sebagai tempat untuk memberikan pelayanan publik.
Jika kantor kecamatan tidak layak, maka citra pemerintah daerah pun akan terganggu.
Sebagai pusat pelayanan administratif, kantor kecamatan menjadi tempat utama bagi masyarakat yang membutuhkan layanan.
Keberadaannya tidak hanya berfungsi untuk pegawai, tetapi juga untuk masyarakat yang datang untuk urusan administrasi, mulai dari pembuatan surat, KTP, hingga dokumen penting lainnya.
Dalam menghadapi permasalahan ini, harapannya adalah agar pihak terkait segera merespons dengan cepat.
Pihak kecamatan, Dinas PUTRLH , dan Pemkab Tasikmalaya perlu segera menyelesaikan masalah ini agar pelayanan publik di Kecamatan Sukaratu dapat berjalan dengan lancar. (Diki Setiawan)
