RADARTASIK.ID— Antusiasme tinggi suporter membuat Laskar Mataram harus menjamu Persija jauh dari Yogyakarta, tanpa kehadiran penonton.
Pertandingan kandang yang terasa seperti laga tandang akan dijalani PSIM Yogyakarta pada pekan ke-29 BRI Super League 2025/26. Karena PSIM “mengungsi” ke Bali saat jamu Persija Jakarta.
Laskar Mataram dijadwalkan menjamu Persija Jakarta, namun bukan di markas kebanggaan mereka di Stadion Sultan Agung, melainkan di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Sesuai agenda, duel tersebut akan berlangsung pada Rabu (22/4) sore.
Baca Juga:Mantan Bek Persib Ini Tembok Kokoh Dewa United, Mentor Ideal Bek Muda Brian Fatari Rasa Kecewa Francisco Rivera Usai Persebaya Tersungkur di Kandang, Padahal Kuasai Bola 71 Persen
Keputusan memindahkan lokasi pertandingan diambil manajemen PSIM setelah melalui berbagai pertimbangan, terutama terkait aspek keamanan dan kenyamanan penonton.
Awalnya, seluruh persiapan untuk menggelar laga di Bantul disebut telah rampung.
Ketua Panitia Pelaksana PSIM Wendy Umar Seno Aji, menjelaskan bahwa manajemen dan panpel telah memenuhi seluruh tahapan perizinan serta kesiapan operasional sesuai regulasi kompetisi.
Namun, dinamika di lapangan memunculkan pertimbangan baru.
Setelah berkoordinasi dengan aparat kepolisian serta sejumlah pemangku kepentingan, muncul kesimpulan bahwa kapasitas stadion yang ada belum memadai untuk menampung tingginya animo suporter dalam laga krusial tersebut.
Pihak penyelenggara sempat mencari alternatif stadion yang lebih dekat dari Yogyakarta agar tetap dapat mengakomodasi kehadiran pendukung.
Salah satu opsi yang sempat dijajaki adalah Stadion Jatidiri. Namun, rencana tersebut terkendala oleh jadwal penggunaan stadion yang sudah lebih dahulu terisi.
Di tengah keterbatasan pilihan, manajemen akhirnya mengambil langkah taktis dengan memindahkan pertandingan ke Pulau Bali.
Baca Juga:Sepak Bola Tanpa Sorak di Laga Dewa United vs Persib: Riekerink Soroti Hilangnya “Panggung” di Laga PentingPelatih Dewa United Kantongi Taktik Permainan Persib Bandung dan Skema Aliran Bola Bojan Hodak Musim Ini
Keputusan ini dinilai sebagai jalan tengah agar jadwal kompetisi tetap berjalan sesuai kalender yang telah ditetapkan operator liga.
Meski demikian, pertandingan di Gianyar dipastikan berlangsung tanpa kehadiran penonton.
Kebijakan ini menjadi konsekuensi dari kesepakatan perizinan dengan otoritas setempat, sekaligus upaya menjaga keamanan seluruh pihak yang terlibat.
Bagi PSIM, situasi ini menghadirkan tantangan tersendiri.
Bermain jauh dari basis pendukung tentu mengurangi keuntungan sebagai tuan rumah.
Namun di sisi lain, keputusan tersebut mencerminkan komitmen klub dalam menjunjung aspek keselamatan di atas segalanya.
Di tengah atmosfer yang berbeda, Laskar Mataram tetap dituntut tampil maksimal.
