“Tidak ada lagi lulusan ini atau itu. Semua ASN satu tujuan: melayani masyarakat,” tegasnya.
Di tengah tuntutan pelayanan publik yang kian cepat dan transparan, Viman menilai IKAPTK tidak boleh hanya menjadi forum silaturahmi. Lebih dari itu, harus menjadi ruang gagasan dan inovasi.
“Kalau hanya kumpul tanpa dampak, ya sayang. Organisasi ini harus hidup dan relevan,” tandasnya.
Baca Juga:Kota Tasikmalaya Kejar Lahan SR 7 Hektar, Titik di Bungursari Hampir 80 Persen DealPenganiayaan Kiai Sepuh Cikatomas Picu Tekanan, Santri Siap Turun Jika Polisi Lamban
Pelantikan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Kota Tasikmalaya sedang berlari mengejar visi besar sebagai kota industri, jasa, dan perdagangan yang religius serta berkelanjutan.
Sayangnya, laju itu kerap tersendat bukan karena kurang program, melainkan karena aparatur yang masih terjebak rutinitas—bekerja, tapi belum tentu melayani. (rezza rizaldi)
