Musim ini, ia tampil 11 kali di Liga Champions dengan torehan 4 gol. Sementara di kompetisi domestik LaLiga, ia mencetak 12 gol, ditambah satu gol di ajang Piala Super.
Produktivitas tersebut menjadi bukti bahwa meski usianya tidak lagi muda—menginjak 37 tahun—Lewandowski masih mampu bersaing di level tertinggi yang membuat sejumlah klub tetap tertarik untuk mendapatkan jasanya.
Di sisi lain, keputusan akhir Milan juga tidak lepas dari situasi klub secara keseluruhan akibat ketidakpastian lolos ke Liga Champions musim depan turut memengaruhi strategi transfer.
Baca Juga:Mengapa Pemain Real Madrid Tak Terima Kalah dari Bayern Munchen?Siapa Hector Fort, Bek Sayap Lulusan La Masia yang Buat Inter Rela Menukarnya dengan Bastoni
Tanpa pemasukan dari kompetisi elite Eropa, klub harus lebih berhati-hati dalam mengelola anggaran.
Kini, masa depan Lewandowski masih terbuka lebar. Apakah ia akan melanjutkan karier di Eropa bersama klub besar seperti Juventus, atau memilih tantangan baru di MLS, masih menjadi tanda tanya.
Yang jelas, bagi AC Milan, perbedaan visi antara Tare dan Furlani mencerminkan dilema klasik antara ambisi instan dan proyek jangka panjang.
Dalam kasus Lewandowski, tampaknya Milan lebih condong memilih masa depan ketimbang solusi cepat.
