RADARTASIK.ID – Kekalahan dramatis Real Madrid dari Bayern Munchen di Allianz Arena menyisakan kontroversi besar.
Laga perempat final Liga Champions itu tidak hanya menghadirkan hujan gol, tetapi juga memicu kemarahan para pemain Los Blancos yang merasa dirugikan oleh keputusan wasit.
Pertandingan berlangsung penuh drama sejak menit awal. Bahkan, belum genap satu menit, Arda Guler sudah membuka keunggulan Real Madrid setelah memanfaatkan kesalahan fatal Manuel Neuer.
Baca Juga:Siapa Hector Fort, Bek Sayap Lulusan La Masia yang Buat Inter Rela Menukarnya dengan BastoniJuventus Perpanjang Kontrak Manuel Locatelli: Gaji Naik Rp17 Miliar
Bayern langsung merespons melalui gol sundulan Aleksandar Pavlovic dari situasi sepak pojok.
Guler kembali menjadi sorotan dengan gol keduanya melalui tendangan bebas yang indah, membawa Madrid kembali unggul.
Namun, Bayern tak tinggal diam. Harry Kane mencetak gol ke-50 musim ini setelah menerima assist dari Dayot Upamecano.
Sementara itu, Kylian Mbappe juga menorehkan gol ke-70-nya di Liga Champions, membuat laga semakin sengit dan terbuka.
Ketika pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan, momen krusial justru terjadi di lima menit terakhir.
Eduardo Camavinga menerima kartu kuning kedua dari wasit Slavko Vincic setelah melakukan pelanggaran dan menendang bola keluar lapangan.
Awalnya, Vincic tampak lupa bahwa itu adalah kartu kuning kedua, namun beberapa detik kemudian ia mengeluarkan kartu merah.
Baca Juga:AC Milan Batasi Wewenang Ibrahimovic: Fokus Pada Peran Strategis di Balik LayarRanieri dan Gasperini Berselisih, Totti: Mereka Harus Menghormati Tifosi AS Roma
Keputusan tersebut menjadi titik balik pertandingan. Bermain dengan 10 orang, Real Madrid kehilangan keseimbangan.
Bayern memanfaatkan situasi ini dengan mencetak dua gol penentu melalui Luis Diaz dan Michael Olise, memastikan kemenangan 4-3 sekaligus tiket ke semifinal.
Peluit panjang justru memicu ketegangan yang lebih besar. Para pemain Real Madrid langsung mengerubungi wasit Vincic, meluapkan kekecewaan mereka.
Vinicius Junior terlihat memberikan tepuk tangan sarkastik ke arah bangku cadangan Bayern dan tim wasit.
Tak hanya itu, Arda Guler bahkan diusir keluar lapangan setelah pertandingan usai akibat protes keras.
Jude Bellingham juga tampak sangat emosional, sementara beberapa pemain nyaris terlibat bentrok dengan pemain Bayern di lorong menuju ruang ganti.
Situasi ini menggambarkan betapa panasnya atmosfer setelah pertandingan, terutama dari kubu Madrid yang merasa hasil tersebut tidak sepenuhnya adil.
