TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Program pinjaman tanpa bunga yang segera diluncurkan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mendapat perhatian serius dari DPRD.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Dani Fardian, menegaskan program tersebut harus dijalankan secara selektif, tepat sasaran, dan disertai evaluasi berkala agar benar-benar memberi dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurut Dani, bantuan permodalan bagi pelaku UMKM, khususnya usaha pemula, tidak boleh diberikan secara asal-asalan. Pemerintah harus memastikan penerima merupakan pelaku usaha yang benar-benar menjalankan usaha secara nyata dan memiliki komitmen untuk berkembang.
Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa
“Pemberian bantuan untuk pelaku UMKM harus selektif, jangan sampai terkesan asal-asalan. Harus diberikan kepada usaha yang memang sudah berjalan atau benar-benar serius untuk berusaha, sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara nyata,” ujarnya.
Ia menambahkan, program yang menyasar sekitar 7.000 penerima ini harus dilengkapi mekanisme evaluasi berkala. Langkah tersebut penting untuk memfilter penerima yang benar-benar menjalankan usaha berkelanjutan, sekaligus mencegah program berhenti tanpa hasil.
Menurutnya, asas kemanfaatan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program subsidi bunga tersebut. Jangan sampai program yang digagas untuk mendorong ekonomi desa justru tidak berkembang dan habis tanpa dampak signifikan.
“Harus ada evaluasi secara berkala untuk melihat sejauh mana perkembangan usaha penerima. Jangan sampai program ini habis begitu saja tanpa perkembangan yang jelas,” katanya.
Dani juga menilai program ini berpotensi besar mendorong lahirnya usaha-usaha baru yang berkelanjutan di tingkat desa. Dengan pendampingan yang tepat, bantuan modal ini tidak hanya membantu usaha bertahan, tetapi juga bisa berkembang hingga meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Kalau dijalankan serius dan penerimanya memang punya usaha yang jelas, program ini bisa membantu ekonomi keluarga, bahkan membuka peluang peningkatan kesejahteraan seperti membantu kebutuhan perumahan dan lainnya,” tambahnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memastikan segera meluncurkan program pinjaman tanpa bunga yang menyasar sekitar 7.000 penerima, dengan fokus utama para pelaku usaha pemula di seluruh wilayah desa.
Baca Juga:Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Karom Apresiasi Respons Pemda Soal Skema Gaji PPPK Paruh WaktuSSF Bersama Jampidum Menebar Kebaikan di Tasikmalaya, Bagikan Ratusan Sembako dan Santuni Anak Yatim
Sebelumnya, Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan langkah nyata pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari tingkat bawah, khususnya bagi warga yang baru memulai usaha.
