RADARTASIK.ID – Masa depan Timnas Italia kini berada di titik paling krusial dalam beberapa dekade terakhir.
Kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 setelah kalah adu penalti dari Bosnia di Zenica menjadi pukulan telak yang memaksa revolusi besar di tubuh sepak bola Italia.
Dalam rentang dua bulan ke depan, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) akan menjalani fase transisi penting.
Baca Juga:Media Italia: Paolo Maldini Tolak Tawaran Jadi Presiden FIGC, Del Piero Jadi Kandidat TerkuatDibalik Kegagalan Italia Lolos ke Piala Dunia: Pemain Ribut Minta Bonus, Gattuso Tinggalkan Kursi Pelatih
Pengunduran diri presiden Gabriele Gravina, kepala delegasi Gianluigi Buffon, serta pelatih Gennaro Gattuso menjadi simbol bahwa perubahan besar tidak bisa lagi ditunda.
Kini, perhatian tertuju pada satu pertanyaan besar: siapa yang akan menjadi pelatih baru Azzurri?
Italia dijadwalkan tetap menjalani dua laga uji coba melawan Luksemburg dan Yunani pada Juni mendatang.
Membatalkan pertandingan ini bukan opsi, karena berpotensi menimbulkan kerugian sekitar €4 juta atau setara Rp68 miliar.
Dengan situasi tersebut, FIGC mempertimbangkan solusi internal jangka pendek.
Nama terdepan adalah pelatih U-21, Silvio Baldini. Ia diproyeksikan menjadi pelatih interim untuk memimpin tim dalam dua laga tersebut.
Selain Baldini, ada juga dua nama lain dari kelompok usia muda, yakni Alberto Bollini (U-20) dan Carmine Nunziata (U-19).
Namun, Baldini dianggap sebagai pilihan paling logis, mengingat pengalaman serupa pernah terjadi saat Luigi Di Biagio menjadi pelatih sementara sebelum era baru dimulai.
Baca Juga:Bastoni Bakal Alami Nasib seperti Beckham: Jadi Bahan Cemoohan Hingga Akhir MusimBremer Jadi Incaran Liverpool, Petinggi Juventus Tawari Zeki Celik Kontrak 3 Tahun
Untuk jangka panjang, satu nama mencuat sebagai kandidat terkuat: Roberto Mancini. Sosok yang membawa Italia menjuarai Euro 2020 itu dinilai memiliki pengalaman dan pemahaman mendalam tentang tim nasional.
Saat ini, Mancini masih menangani klub Qatar, Al Sadd. Namun, peluang untuk kembali memimpin Italia terbuka lebar, terlebih dalam situasi darurat seperti sekarang.
Selain Mancini, dua pelatih papan atas juga masuk radar FIGC, yakni Antonio Conte dan Massimiliano Allegri.
Keduanya memiliki rekam jejak mentereng di level klub maupun internasional. Namun, kendala utama adalah status mereka yang masih terikat kontrak dengan klub masing-masing. Hal ini membuat proses negosiasi menjadi jauh lebih kompleks.
Jika opsi utama sulit diwujudkan, FIGC juga mempertimbangkan kandidat lain seperti Simone Inzaghi dan Stefano Pioli.
