RADARTASIK.ID – Keruntuhan Timnas Italia kembali menyisakan cerita yang tidak hanya pahit di lapangan, tetapi juga memunculkan polemik di balik layar.
Kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 usai tumbang di babak play-off melawan Bosnia melalui adu penalti di Zenica kini diikuti oleh berbagai detail yang mengundang sorotan publik.
Laporan dari harian Italia La Repubblica mengungkap bahwa suasana di Stadion Bilino Polje saat itu dipenuhi ketegangan yang lebih dari sekadar tekanan pertandingan.
Baca Juga:Bastoni Bakal Alami Nasib seperti Beckham: Jadi Bahan Cemoohan Hingga Akhir MusimBremer Jadi Incaran Liverpool, Petinggi Juventus Tawari Zeki Celik Kontrak 3 Tahun
Bukan hanya soal peluang menuju Piala Dunia, tetapi juga adanya pembicaraan internal di antara para pemain mengenai bonus yang akan mereka terima jika berhasil lolos.
Disebutkan, sejumlah pemain Azzurri mulai mempertanyakan apakah federasi tetap akan memberikan hadiah jika mereka memenangkan laga tersebut.
Nilai bonus yang dibicarakan mencapai sekitar €300.000 atau setara Rp5,1 miliar.
Jika dibagi kepada 28 pemain dalam skuad, masing-masing diperkirakan akan menerima sedikit lebih dari €10.000 atau sekitar Rp170 juta.
Namun, situasi ini langsung direspons oleh pelatih saat itu, Gennaro Gattuso.
Mantan gelandang legendaris tersebut dilaporkan mencoba meredam pembicaraan tersebut dengan menekankan bahwa waktu untuk membahas bonus belum tepat.
Ia meminta para pemain untuk fokus terlebih dahulu pada target utama, yakni memastikan kelolosan ke putaran final.
Baca Juga:AC Milan Kejar Mario Gila, AS Roma Siap Jual Mile SvilarCapello Tuntut Presiden FIGC Mundur: Kalah dari Bosnia Aib Nasional
“Lolos dulu, baru kita bicarakan,” menjadi inti pesan Gattuso kepada para pemainnya, sebuah upaya untuk mengembalikan fokus tim di tengah tekanan besar.
Sayangnya, hasil akhir justru berujung petaka. Italia kembali gagal tampil di Piala Dunia, memperpanjang periode kelam mereka di level internasional.
Kekalahan itu juga menyisakan luka emosional mendalam di dalam skuad.
Dalam laporan yang sama, disebutkan bahwa hanya Leonardo Spinazzola yang berani tampil di depan kamera usai pertandingan, meski dengan kondisi emosional yang sangat terpukul.
Matanya terlihat berkaca-kaca saat memberikan pernyataan singkat.
Sementara itu, kapten tim Gianluigi Donnarumma mengalami gejolak emosi yang hebat.
Ia sempat terlihat sangat marah ketika peluit akhir dibunyikan, namun beberapa jam kemudian berubah menjadi keputusasaan mendalam.
