Orang-orang terdekatnya menggambarkan kiper utama Italia itu sebagai sosok yang benar-benar hancur akibat kegagalan tersebut.
Mayoritas pemain lainnya memilih bungkam. Tidak ada pernyataan terbuka, seolah seluruh skuad tenggelam dalam rasa kecewa dan rasa bersalah yang sulit diungkapkan.
Di tengah suasana muram tersebut, sejumlah pemain senior disebut sempat mendekati Gattuso. Mereka meminta sang pelatih untuk tetap bertahan dan memimpin proses kebangkitan Italia ke depan.
Baca Juga:Bastoni Bakal Alami Nasib seperti Beckham: Jadi Bahan Cemoohan Hingga Akhir MusimBremer Jadi Incaran Liverpool, Petinggi Juventus Tawari Zeki Celik Kontrak 3 Tahun
Namun, keputusan Gattuso sudah bulat. Berdasarkan rekonstruksi yang beredar, ia merasa tidak bisa melanjutkan pekerjaannya setelah kegagalan besar ini.
Pada hari Jumat, ia secara resmi memilih mundur dari jabatannya sebagai pelatih kepala Timnas Italia.
Keputusan itu menandai akhir dari periode singkat namun penuh tekanan bagi Gattuso di kursi pelatih Azzurri.
Setelah itu, para pemain dan staf kembali ke klub masing-masing, sementara para petinggi federasi juga berada dalam tekanan besar untuk bertanggung jawab atas kegagalan ini.
Kisah ini pun menjadi gambaran jelas tentang krisis yang masih membelit sepak bola Italia.
Bukan hanya soal performa di lapangan, tetapi juga mentalitas, komunikasi internal, hingga manajemen tim yang kini kembali dipertanyakan.
Italia, yang pernah menjadi kekuatan besar dunia, kini harus kembali menata diri dari titik terendah—dengan harapan suatu saat mampu bangkit dan mengembalikan kejayaannya di panggung internasional.
