Duet Leao dan Pulisic Tak Manjur, AC Milan Disarankan Pakai Formasi 4-3-3

Christian Pulisic
Bintang AC Milan Christian Pulisic. (AC Milan/Instagram)
0 Komentar

Hal ini mengarah pada satu kesimpulan utama: Leao dan Pulisic sama-sama membutuhkan kehadiran striker nomor 9 murni untuk mengoptimalkan performa mereka.

Musim ini menjadi bukti nyata. Saat dimainkan tanpa satu sama lain, keduanya tetap mampu mencetak gol, terutama ketika didampingi penyerang tengah seperti Santiago Gimenez atau Christopher Nkunku.

Pergerakan mereka menjadi lebih bebas, dan kontribusi ofensif pun meningkat.

Kini, harapan mulai muncul dengan kembalinya Gimenez yang tengah memulihkan kondisi setelah absen panjang akibat cedera pergelangan kaki.

Baca Juga:17 Maret 13 Tahun Silam, Totti Patahkan Rekor Gol Gunnar Nordahl di OlimpicoRudiger Bantah Berniat Hajar Diego Rico dengan Brutal: Saya Tidak Ingin Menyakiti

Kehadirannya diyakini bisa menjadi solusi untuk menghidupkan kembali efektivitas lini depan Milan.

Dengan adanya striker murni, Allegri memiliki opsi untuk mengembalikan Leao dan Pulisic ke posisi terbaik mereka di sisi sayap.

Alternatif lain yang mulai menguat adalah penggunaan formasi 4-3-3, yang dinilai lebih seimbang dan mampu mengakomodasi karakteristik kedua pemain tersebut.

Formasi ini memungkinkan Milan memiliki titik fokus serangan yang jelas di lini depan, sekaligus memberikan ruang bagi Leao dan Pulisic untuk mengeksplorasi sisi lapangan tanpa terbebani tugas sebagai finisher utama.

Ke depan, keputusan taktik Allegri akan sangat menentukan.

Apakah tetap memaksakan duet yang belum menyatu, atau beralih ke pendekatan yang lebih natural dengan sistem 4-3-3, menjadi pertanyaan besar dalam upaya Milan keluar dari krisis produktivitas.

Yang jelas, tanpa perubahan signifikan, potensi besar Leao dan Pulisic berisiko terus tidak termaksimalkan hingga akhir musim.

0 Komentar