Yang membuat para jurnalis Italia benar-benar takjub adalah bagaimana Spalletti berhasil mengubah Juve dalam waktu singkat.
Beberapa bulan lalu, Juventus tampak seperti tim yang kehilangan arah. Permainan tumpul, kepercayaan diri rapuh, dan jarak dengan papan atas klasemen terasa jauh.
Kini, Juventus berada di jalur Liga Champions, menatap klasemen dengan senyum, dan memasuki periode padat dengan optimisme.
Baca Juga:Juventus Hajar Parma 4-1, Media Italia Sebut Bremer Bermain seperti StrikerMateta Gagal Tes Medis di London, AC Milan Kirim Dokter ke Paris
Rangkaian laga ke depan akan menjadi ujian sesungguhnya: Coppa Italia, duel emosional melawan Inter di Hari Valentine, dua pertandingan Liga Champions kontra Galatasaray, lalu menghadapi Como dan Roma.
Justru di fase inilah, menurut Sabatini, nilai sejati Juventus akan teruji.
Namun satu hal sudah jelas bagi Sabatini: level Juventus saat ini tergolong tinggi, dan itu tidak bisa dilepaskan dari tangan dingin Luciano Spalletti.
Ia disebut sebagai arsitek utama untuk menghidupkan kembali Juventus sebagai tim yang solid, berani, dan lapar kemenangan.
“Spalletti menjadi arsitek dari sesuatu yang, hingga beberapa waktu lalu, tampak benar-benar mustahil untuk diwujudkan,” sanjung Sabatini.
Jika konsistensi ini terjaga, sihir Spalletti bukan hanya akan membawa Juventus kembali bersaing, tetapi juga menghapus bayang-bayang masa lalu yang sempat membebani Nyonya Tua.
Juventus belum sampai di puncak, tetapi untuk pertama kalinya setelah sekian lama, arah jalannya kembali jelas.
