TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Singaparna menggelar peragaan manasik haji bagi siswa-siswi kelas 6 Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se-Kecamatan Singaparna. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Sepak Bola Pojokdedes, Desa Cikunir, Kecamatan Singaparna, Minggu (1/2/2026).
Kegiatan ini mengusung tema Peragaan Manasik Haji dengan Menanamkan Kerukunan Umat Sejak Dini Menuju Indonesia Emas. Manasik haji menjadi sarana edukasi spiritual untuk membentuk karakter islami dan religius pada anak melalui pengalaman praktik ibadah secara langsung.
Ketua FKDT Singaparna, Dadan Hasbulloh, mengatakan tujuan peragaan manasik haji adalah menanamkan nilai-nilai agama, mengenalkan rukun Islam kelima, serta memberikan pemahaman praktis tata cara ibadah haji sejak dini.
Baca Juga:Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona
Melalui kegiatan ini, kata dia, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mendapatkan simulasi ibadah haji yang mudah dipahami anak, mulai dari thawaf, sa’i, wukuf, hingga lempar jumrah.
Selain itu, pendidikan nilai agama juga ditanamkan melalui pembiasaan ketaatan, kedisiplinan, serta pengenalan rukun Islam secara konkret. Kegiatan ini turut memperkuat aspek kognitif dan afektif siswa dengan membantu mereka mengingat doa-doa haji dan menghayati makna ibadah tersebut.
Manasik haji juga menjadi sarana membangun motivasi dan cita-cita anak agar memiliki keinginan menunaikan ibadah ke tanah suci sejak dini. Simulasi ini merupakan bagian dari kurikulum edukasi spiritual MDT untuk memberikan pengalaman nyata, bukan sekadar pembelajaran teoritis.
Dadan berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bekal bagi anak-anak di masa depan. “Semoga nanti kelak anak-anak ini termasuk orang yang terpanggil untuk melaksanakan ibadah ke tanah suci,” ujarnya.
Selain membentuk kepribadian yang agamis dan religius, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat ukhuwah Islamiyyah di lingkungan madrasah diniyah, mulai dari murid, guru, pengurus, hingga keluarga besar MDT se-Kecamatan Singaparna.
“Dapat menanamkan kesadaran wajibnya ibadah haji sebagaimana sholat, setidaknya ada niatan (keinginan/meng’azam) untuk melaksanakan ibadah bila ada kesempatan,” kata dia.
Menurutnya, ibadah haji sebagai salah satu rukun Islam perlu terus dikenalkan dan dibiasakan sejak dini agar pelaksanaannya kelak sesuai dengan syariat Islam.
