TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, gencar menyuarakan program Tasik Pintar.
Ia turun langsung ke sekolah-sekolah untuk menyosialisasikan gagasan yang menjadi akronim dari Kota Tasikmalaya Rancage Pintar itu.
Menurut Viman, pendidikan bukan semata soal kecerdasan intelektual. Lebih dari itu, anak didik harus ditempa dengan karakter kuat, religius, berbudaya, sekaligus inklusif.
Baca Juga:Data Laporan Harta Kekayaan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil XIII-XV Kurang UpdateIni Dia Daftar Kekayaan Anggota DPR RI Dapil X dan XI Jawa Barat Menurut LHKPN KPK
“Program ini kita mulai dari pembagian perlengkapan sekolah untuk siswa tahfidz. Ke depan, penerimanya akan diperluas lebih banyak lagi,” ungkapnya saat kegiatan di SMPN 5 Kota Tasikmalaya, Selasa (9/9/2025).
Selain Tasik Pintar, Pemkot juga merancang program pendukung lain. Mulai beasiswa pendidikan, pemberdayaan guru, hingga rehabilitasi ruang kelas yang belum layak.
“Insya Allah Tasik Pintar bisa menjadi stimulan, dan tentu kita kawinkan dengan program lain untuk memastikan pendidikan di kota ini semakin maju,” ucap Viman.
Ia menyebut, Tasik Pintar sejalan dengan Astacita nasional dan visi Jabar Istimewa yang mendorong lahirnya generasi Gerbang Panca Waluya.
Bahkan, dalam kesempatan itu Viman memperkenalkan lima kebiasaan utama bagi siswa. Yakni bangun pagi, hidup bersih, menjaga kesehatan, rajin ibadah, serta disiplin.
“Kalau lima kebiasaan itu tertanam sejak dini, anak-anak akan tumbuh jadi pribadi kuat,” tuturnya.
Viman juga mengingatkan pentingnya budaya bersih di lingkungan sekolah. Mulai dari hal sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya.
Baca Juga:Antisipasi Situasi Keamanan, Sekolah Madrasah Belajar Daring Selama 2 HariFix! Empat Anggota DPR RI Ini Dicopot Mulai Hari Ini: Uya Kuya, Nafa Urbach, Eko Patrio dan Ahmad Sahroni
“Ini kelihatannya kecil, tapi justru yang paling sulit kalau tidak dibiasakan sejak kecil,” katanya.
Tak hanya itu, ia meminta setiap sekolah menampilkan visi misi dan tujuh program prioritas Pemkot Tasikmalaya. Harapannya, siswa sejak dini sudah mengenal arah pembangunan daerah.
“Kalau mereka merasa bagian dari pembangunan, otomatis rasa cinta terhadap kotanya akan tumbuh,” pungkasnya. (Firgiawan)
