Jika TPA Ciangir ditutup tanpa adanya solusi atau alternatif yang jelas, beberapa dampak serius bisa terjadi, berkaca dari kasus di sekitar Ciangir yang ditilik oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat dan menurut pakar kesehatan di Tasikmalaya.
Seperti penumpukan sampah di TPS dan area publik akibat tidak adanya pengangkutan dan tempat pembuangan. Akibatnya Tempat Penampungan Sementara (TPS) akan penuh dan meluap.
Sampah akan berserakan di pinggir jalan, selokan, sungai, hingga lahan kosong. Kota menjadi kumuh dan bau tak sedap menyebar ke pemukiman.
Baca Juga:Kasus Pertamax Oplosan: Konsumen Kecewa, Penjualan AnjlokMalu Perusahaan Negara Tercoreng, Direktur Utama Pertamina Persero Minta Maaf kepada Rakyat Indonesia
Kemudian juga akan terjadi krisis kesehatan di masyarakat akibat penumpukan sampah.
Hal itu akan berdampak pada meningkatnya wabah penyakit seperti diare, demam berdarah, infeksi saluran pernapasan (ISPA), dan leptospirosis.
Penyebaran hama seperti lalat, tikus, dan kecoa yang membawa bakteri serta virus juga akan lebih masif.
Air tanah dan sungai akan tercemar akibat sampah yang membusuk tanpa pengelolaan.
Selain itu akan terjadi dampak lingkungan yang parah akibat sampah membusuk serta gas metana yang dihasilkan tumpukan sampah.
Sampah plastik dan limbah lainnya bisa mencemari sungai, merusak ekosistem air. Risiko kebakaran meningkat karena gas metana dari sampah yang terperangkap.
Terakhir, akan terjadi gangguan sosial dan ekonomi. Masyarakat akan melakukan pembuangan sampah secara sembarangan, memicu konflik sosial.
Baca Juga:Penggemar Kripto Bersiap Pesta Pora! Harga Bitcoin Hari Ini Mulai Hijau, Tanda-Tanda Pembalikan Tren?Harga Bitcoin Hari Ini Menguat Setelah Anjlok ke Rp1,29 M, Sinyal Rebound?
Daya tarik kota menurun, berdampak buruk pada sektor pariwisata dan investasi. Biaya pengelolaan sampah meningkat jika harus mengangkut ke TPA di kota lain. (Ayu Sabrina)
