Ditanya Pilihan Presiden, Warga Kota Tasikmalaya Ini Beri Jawaban Tak Terduga

residen
ilustrasi gambar @beritabanjarmasin
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Mendekati waktu Pemilu pada 14 Februari nanti, radartasik.id, mewawancarai beberapa orang warga di Kota Tasikmalaya terkait presiden pilihan mereka pada Senin, 5 Februari 2024.

Dari tiga orang yang ditemui dan diwawancara, ketiganya memberikan jawaban berbeda dengan alasan yang berbeda pula terkait penentuan presiden pilihan mereka.

Rata-rata lebih memilih pasangan calon presiden dan wakil berdasarkan perangai serta usia. Kemudian ada juga yang sekadar ikut-ikutan pengaruh lingkungan.

Baca Juga:116.606 Warga Kota Tasikmalaya Tak Pernah BersekolahTensi Politik Tinggi, Perguruan Tinggi di Ciamis Ini Serukan Jaga Keharmonisan Bangsa

Merawat Demokrasi di Masa Pemilu 2024 Ala Mahasiswa dari BEM FAI Unsil Tasikmalaya

Satu diantaranya memberikan alasan yang sama sekali tak terduga terkait alasan menjatuhkan pilihan pada satu calon presiden.

“Saya sih kayaknya pilih nomor dua ya, kasian pak Prabowo udah sering kalah. Kasih aja lah sekarang,” ujar E (44) seorang ibu rumah tangga di kelurahan Kersamenak, Kawalu.

Lain lagi dengan pria berinisial M (49) yang merupakan buruh harian lepas di kelurahan yang sama. Ia mengaku lebih senang dengan calon presiden yang cakap dalam berkomunikasi dan pandai berbicara di depan publik.

Sekda Kota Tasikmalaya: Tawaran dari Partai Politik Baru Sambil Bercanda!

Sementara warga lainnya berinisial A (52) yang juga sama-sama bekerja sebagai buruh harian lepas, mengaku punya kecenderungan memilih pasangan calon presiden dan wakil nomor urut tiga.

Namun hal itu bukan karena dia mengenal atau membaca karakter maupun visi misi calon, melainkan lingkungan.

“Nomor tiga, soalnya di sini kebanyakan mah merah ya. Ya ikut kata golongan di sini aja kita mah,” selorohnya.

Baca Juga:Dukung Dunia Pendidikan, bank bjb Kolaborasi dengan Universitas Pakuan3 Pilihan Ridwan Kamil untuk Kelanjutan Karier Politik Pasca Pemilu 2024, Muncul Opsi Jadi Menteri

Terpisah, aktivis Ikatan Mahasiswa Muslim, Ramli Ramadhan, menilai pilihan warga dalam menentukan pilihan presiden sebagai sesuatu yang wajar.

0 Komentar