Program Kartu Prakerja Meleset

JAKARTA – Program Kartu Prakerja diharapkan untuk menangani pengangguran di Indonesia. Karena dengan program tersebut pekerja yang terdampak Covid-19 akan mendapatkan subsidi gaji, pelatihan, berwirausaha maupun upskilling untuk bekal mencari kerja.

Namun dari temuan Badan Pusat Statistik (BPS), tujuan program tersebut bertolak belakang, karena mayoritas penerima Kartu Prakerja justru berstatus sedang bekerja, yakni 66,47 persen.

“Sebanyak 66,47 persen penerima Kartu Prakerja itu statusnya adalah pekerja. Sementara 22,24 persennya pengangguran dan 11,29 persennya merupakan Bukan Angkatan Kerja (BAK),” kata Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto, kemarin (27/11).

Baca selengkapnya/berlangganan , disini

Be the first to comment on "Program Kartu Prakerja Meleset"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: