TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Potensi penelusuran gua atau caving di Tasikmalaya dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih jauh. Tidak hanya menjadi aktivitas petualangan alam bebas, penelusuran gua juga dapat menjadi bidang keilmuan yang memberikan manfaat bagi pendidikan, penelitian, konservasi lingkungan, hingga dunia industri.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah teknik pemetaan gua atau cave mapping.
Keahlian ini dinilai penting untuk mengidentifikasi kondisi kawasan bawah tanah, mengetahui karakteristik lorong gua, hingga mendukung perlindungan ekosistem karst.
Baca Juga:GERINDRA DAN KDM: SIAPA MEMBUTUHKAN SIAPA?Kuda Hitam Gerindra!
Upaya memperkenalkan potensi tersebut dilakukan melalui kegiatan All About Caving IV bertajuk Civilization Summit – Cave Mapping yang digagas Tasik Caving Community (TCC) bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) dan Mapala. Kegiatan berlangsung di Kampus UMTAS, Kota Tasikmalaya, Sabtu (7/11/2026).
Ketua Pelaksana Cepi Sandra Wijaya, S.Sos., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan masyarakat mengenai manfaat penelusuran dan pemetaan gua.
Menurutnya, selama ini aktivitas caving kerap dipandang sebatas kegiatan petualangan. Padahal, di balik aktivitas tersebut terdapat aspek ilmu pengetahuan yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan bahwa penelusuran gua bukan sekadar aktivitas petualangan, tetapi juga memiliki nilai keilmuan dan manfaat terapan yang dapat dikembangkan dalam dunia pendidikan maupun profesi,” kata Cepi.
Ia menjelaskan, pemetaan gua memiliki keterkaitan dengan berbagai disiplin ilmu. Mulai dari geografi, geologi, sejarah, arkeologi, matematika, geometri, hingga biologi. Karena itu, kegiatan tersebut dapat menjadi media pembelajaran lapangan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan analisis, pengumpulan data, serta memahami kondisi lingkungan secara langsung.
“Mahasiswa dan akademisi memiliki peluang untuk menjadikan kawasan gua sebagai objek penelitian. Terutama untuk bidang geografi, teknik geodesi, arkeologi, dan biologi,” ujarnya.
Selain mendukung penelitian, pemetaan gua juga memiliki nilai penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Data yang dihasilkan dapat digunakan untuk mengkaji sistem hidrologi karst, keberadaan sumber air bawah tanah, serta kondisi ekosistem di dalam gua.
Baca Juga:Membaca Manuver Amir Mahpud: Herdiat-Dony untuk 2029, KDM ke Mana?Kader PKK Harus Jadi Garda Terdepan, Penanganan Anak Tidak Sekolah Hingga Urusan Sampah di Kota Tasikmalaya
Cepi menambahkan, kegiatan ini juga memberikan pembelajaran mengenai kerja sama tim, kedisiplinan, pengenalan risiko, dan kesadaran terhadap pentingnya konservasi kawasan karst.
