Kuda Hitam Gerindra!

Pilgub jawa barat
Herdiat Sunarya - Dony Ahmad Munir
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dua nama sudah dilempar ke meja politik Jawa Barat. Herdiat Sunarya dari Ciamis. Dony Ahmad Munir dari Sumedang.

Keduanya sama-sama bupati. Sama-sama kader Gerindra. Dan sama-sama disebut Amir Mahpud sebagai figur potensial untuk naik kelas.

Tetapi ada yang menarik. Mengapa bukan wali kota? Mengapa bukan tokoh nasional? Mengapa justru dua bupati?

Baca Juga:Membaca Manuver Amir Mahpud: Herdiat-Dony untuk 2029, KDM ke Mana?Kader PKK Harus Jadi Garda Terdepan, Penanganan Anak Tidak Sekolah Hingga Urusan Sampah di Kota Tasikmalaya

Jawabannya mungkin ada pada kalkulasi politik Gerindra. Bupati memiliki satu modal yang tidak selalu dimiliki politisi lain: pengalaman mengelola pemerintahan sekaligus jaringan politik di wilayahnya.

Herdiat punya pengalaman memimpin Ciamis selama dua periode. Dony juga memiliki pengalaman panjang di pemerintahan dan politik Sumedang.

Keduanya bukan nama yang muncul tiba-tiba menjelang pemilihan. Tetapi menjadi bupati dua periode tidak otomatis menjadi gubernur. Itulah persoalan pertamanya.

Herdiat Sunarya punya basis politik di Kabupaten Ciamis. Ia sudah dikenal masyarakat di wilayahnya. Punya pengalaman birokrasi, jaringan pemerintahan, dan modal politik dari dua periode kepemimpinan.

Namun, Jawa Barat bukan hanya Ciamis. Ada Bandung, Bogor, Bekasi, Depok, Sukabumi, Garut, Tasikmalaya, Cirebon, dan daerah lainnya.

Karakter pemilihnya berbeda-beda. Popularitas seorang bupati di daerah sendiri belum tentu bisa dibawa keluar dari wilayah kekuasaannya.

Herdiat harus membuktikan bahwa dirinya bukan hanya pemimpin yang dikenal warga Ciamis, tetapi juga figur yang bisa diterima masyarakat Jawa Barat.

Baca Juga:Politisi Belum Diverifikasi, 15 Peserta Sudah Masuk Sistem Seleksi Pendaftaran Pimpinan Baznas Kota TasikCemburu Lihat Kekasih Bersama Perempuan Lain, Warga Purbaratu Lompat dari Jembatan Jalan Lingtar Tasikmalaya

Dony Ahmad Munir juga memiliki modal politik tersendiri. Pengalaman di pemerintahan daerah dan perjalanan politiknya memberikan bekal untuk membangun komunikasi lintas wilayah.

Tetapi tantangannya sama. Sumedang bukan representasi seluruh Jawa Barat.Untuk menjadi gubernur, seorang kandidat harus mampu memperluas jaringan, membangun koalisi, dan menawarkan gagasan yang menjawab persoalan masyarakat provinsi.

Jadi, pertarungan Herdiat dan Dony sebenarnya bukan hanya soal siapa yang lebih populer. Tetapi siapa yang paling mampu memperluas pengaruh politiknya.

Di seberang sana ada Dedi Mulyadi. KDM punya keunggulan sebagai petahana. Ia sudah berada di panggung pemerintahan provinsi dan memiliki popularitas yang menjangkau banyak wilayah.

Ini bukan modal kecil. Apalagi politik hari ini tidak hanya bergerak melalui baliho, rapat partai, atau pertemuan kader. Media sosial telah menjadi panggung tersendiri.

0 Komentar