Lebih dari sekadar kegiatan akademis, kemampuan pemetaan gua juga dinilai memiliki prospek di dunia kerja. Kompetensi tersebut berpotensi digunakan dalam sektor teknologi geospasial, jasa survei pemetaan, konsultan lingkungan, pengembangan wisata berkelanjutan, hingga operasi pencarian dan penyelamatan atau search and rescue (SAR).
Menurut Cepi, keberadaan peta gua yang akurat dapat membantu berbagai pihak memahami kondisi kawasan bawah tanah secara lebih terukur.
“Peta gua yang akurat memiliki peran penting. Tidak hanya untuk penelitian dan konservasi, tetapi juga dalam perencanaan wisata serta membantu tim penyelamat memahami jalur lorong bawah tanah ketika terjadi keadaan darurat,” jelasnya.
Baca Juga:GERINDRA DAN KDM: SIAPA MEMBUTUHKAN SIAPA?Kuda Hitam Gerindra!
Ia menilai, pemanfaatan teknologi pemetaan perlu terus dikembangkan agar potensi kawasan karst di Tasikmalaya dapat dikelola secara tepat. Sebab, kawasan tersebut memiliki fungsi ekologis, terutama berkaitan dengan sistem penyimpanan dan aliran air bawah tanah.(Ujang Nandar)
