TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi pekerjaan rumah besar dalam mewujudkan Kota Tasikmalaya sebagai kota bersih dan sehat.
Berbagai langkah kolaborasi terus diperkuat Forum Kota Sehat (FKS) dengan melibatkan masyarakat dan lintas sektor agar persoalan sampah tidak berhenti pada urusan angkut dan buang.
Salah satunya melalui pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Mangkubumi, Rabu (4/11/2026).
Baca Juga:Honda DAM Beri Diskon Servis 30 Persen untuk Pelajar dan Mahasiswa di Jawa BaratPenanganan Genangan di Kota Tasikmalaya Terkendala Kewenangan, Sungai Ciloa dan Cikalang Perlu Kolaborasi
Kegiatan tersebut melibatkan Forum Komunikasi Kecamatan Sehat (FKKS), puskesmas, Pokja Kelurahan Sehat, kelompok wanita tani (KWT), kader, kasi kesejahteraan rakyat (Kesra) kecamatan dan kelurahan, hingga pengurus RW di wilayah binaan.
Ketua Harian FKS Kota Tasikmalaya, Drs Undang Hendiana MPd mengatakan, konsep kota sehat tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan kesehatan. Ada banyak aspek yang saling berkaitan, mulai dari sosial, ekonomi, lingkungan hingga budaya masyarakat.
Menurutnya, kondisi masyarakat yang sehat dan berkelanjutan hanya bisa diwujudkan apabila seluruh aspek tersebut mendapat perhatian secara menyeluruh.
“Kota sehat tidak hanya memfokuskan pada pelayanan kesehatan atau persoalan sakit dan sehat semata. Namun, harus memperhatikan berbagai aspek yang memengaruhi kesehatan masyarakat, baik jasmani maupun rohani,” ujarnya.
Undang menjelaskan, penyelenggaraan kota sehat pada dasarnya menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan.
Pemerintah daerah bersama berbagai sektor bertugas memberikan dukungan dan fasilitasi agar gerakan tersebut berjalan berkesinambungan.
Dia menegaskan, penghargaan Swasti Saba bukan sekadar perlombaan antardaerah. Penilaian tersebut lebih diarahkan untuk mengukur kinerja dan komitmen pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, aman, nyaman, dan sehat.
Baca Juga:Genangan di Kota Tasikmalaya Bukan Sekadar karena Hujan, Sampah dan Kabel Utilitas Hambat SaluranSebelas Titik Genangan di Kota Tasikmalaya Mulai Berkurang, Pembersihan Saluran Jadi Kunci
Karena itu, proses membangun kota sehat harus menjadi gerakan berkelanjutan, bukan hanya kegiatan yang ramai menjelang penilaian.
“Tujuan yang lebih utama adalah proses dan komitmen Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, untuk melakukan perubahan signifikan dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, bersih, dan sehat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, drh Nina Kurniada MP menjelaskan, pengelolaan sampah rumah tangga membutuhkan perubahan perilaku masyarakat secara bertahap.
