Jeje Wiradinata Kritik Pemkab Pangandaran! Rakyat Hadapi Kekeringan, Pejabat Jangan Asyik Joget

Jeje Ingatkan Bupati Citra
Mantan bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata saat menghadiri evaluasi dan refleksi Kabupaten Pangandaran di usia ke-14 tahun, Sabtu (31/10/2026). istimewa
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Kritik terhadap arah pembangunan dan kepekaan sosial Pemerintah Kabupaten Pangandaran datang dari mantan Bupati Pangandaran dua periode, Jeje Wiradinata.

Ia mengingatkan pemerintah daerah agar tidak kehilangan prioritas ketika masyarakat masih berjibaku menghadapi persoalan dasar, mulai dari krisis air bersih hingga tunggakan kewajiban keuangan kepada desa.

Evaluasi tersebut disampaikan Jeje di hadapan anggota DPRD dan sejumlah tokoh masyarakat, Sabtu (31/10/2026).

Baca Juga:Payung Geulis Dikenalkan Sejak Dini, Ibu dan Anak Kompak Melukis di Sawarga Kota TasikmalayaPilgub Jabar Mulai Menghangat! Gerindra Petakan Donny dan Herdiat, Posisi Dedi Mulyadi Bagaimana?

Bukan sekadar mengomentari kebijakan, ia juga meminta pemerintah daerah mengukur kinerja berdasarkan janji politik yang sudah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Menurut Jeje, keberhasilan pembangunan tidak semestinya hanya dinilai berdasarkan persepsi atau klaim sepihak.

Ada dokumen perencanaan yang menjadi tolok ukur sekaligus pengikat komitmen kepala daerah selama lima tahun.

Ia menyebut sedikitnya 14 janji kampanye bupati telah masuk dalam RPJMD.

Seluruhnya perlu diuji melalui realisasi di lapangan, terutama komitmen menjadikan Pangandaran sebagai destinasi wisata berkelas dunia yang ditopang pendidikan agama dan penguatan karakter masyarakat.

Jeje juga mengingatkan pentingnya menjaga kesinambungan pembangunan.

Ia membandingkan kondisi saat ini dengan sejumlah fondasi infrastruktur yang dibangun ketika dirinya memimpin Pangandaran selama dua periode.

Ia membeberkan, pada masa awal pembentukan kabupaten, pemerintah daerah berhasil menuntaskan pengaspalan dan perbaikan jalan kabupaten sepanjang 544,18 kilometer.

Selain itu, dibangun jalur jalan lintas pantai sepanjang 101 kilometer untuk membantu mengurai kemacetan di kawasan wisata.

Baca Juga:Kampung CocoNut RI! Jurus UBK-Unisba Tingkatkan Nilai Jual Kelapa dan Perkuat Ketahanan Pangan KeluargaOJK Catat 330 Pengaduan Keuangan di Ciamis, Warga Diingatkan Waspadai Modus Penipuan

Di sektor konektivitas, tujuh jembatan juga berhasil dibangun. Sementara di bidang kesehatan, berdirinya rumah sakit umum daerah menjadi salah satu proyek strategis yang diperjuangkan melalui komunikasi dengan pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat.

“Di tengah keterbatasan anggaran pada awal pembentukan kabupaten, pihak pemerintah kala itu bergerak cepat menuntaskan berbagai proyek strategis,” ungkapnya.

Jeje menilai kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat pada prinsipnya sudah memiliki fondasi.

Karena itu, pemerintah sekarang perlu lebih leluasa mengarahkan anggaran untuk melanjutkan pembangunan.

Ia bahkan memperkirakan, apabila tidak terbebani persoalan utang, anggaran sekitar Rp52 miliar dinilai cukup untuk mendukung penataan jalan desa sepanjang 20 kilometer setiap tahun.

0 Komentar