Jaring Arad di Pangandaran Jadi Tontonan Wisatawan, Pembeli Mengincar Ikan Murah

Jaring Arad Jadi Tontonan Wisatawan
Nelayan Jaring Arad di Pantai Timur Pangandaran sedang merapikan tangkapan ikannya. Deni Nurdiansah/Radar Tasikmalaya
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Tak harus menunggu ikan besar untuk membawa pulang rezeki. Bagi nelayan jaring arad di Pantai Timur Pangandaran, ikan-ikan kecil tetap menjadi tumpuan penghasilan.

Di tengah hasil tangkapan yang tak menentu, aktivitas mereka justru menjadi tontonan menarik bagi wisatawan sekaligus tempat berburu ikan segar dengan harga miring.

Pemandangan itu terlihat Selasa (27/10/2026). Sejumlah nelayan tampak bekerja berkelompok di pesisir.

Baca Juga:Seperempat Abad SOG Tasikmalaya: Vespa, Persaudaraan, dan Hydro Coplo!FKS Kota Tasikmalaya Pacu Gerakan Kelola Sampah dari Rumah, Capaian STBM Terus Didongkrak

Sebagian turun ke laut untuk memasang jaring, sementara yang lain memegang tali dan menarik jaring arad ke tepian.

Di pinggir pantai, para nelayan perempuan bersiap menyambut hasil tangkapan.

Sebagian menunggu ikan terkumpul, sementara lainnya langsung menjajakan ikan-ikan kecil kepada warga dan wisatawan.

Ikan segar itu ditawarkan di atas tembok pembatas pantai. Harganya relatif terjangkau, menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin membawa pulang lauk tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Meski ikan berukuran besar tak banyak diperoleh, aktivitas penangkapan tetap berjalan.

Jaring arad justru lebih banyak menghasilkan ikan pepetek, teri, layur berukuran kecil, cumi-cumi, dan sejumlah jenis ikan lainnya.

Nelayan Pangandaran, Karnyo (53), mengatakan dirinya sudah dua kali menarik jaring pada pagi itu.

Hasil tangkapan memang didominasi ikan kecil, tetapi ia tetap bersyukur masih bisa membawa pulang hasil dari laut.

“Kalau ikan yang besar, hanya sedikit,” katanya.

Baca Juga:STMIK DCI Jadi Pusat Inkubasi Robotika Jawa Barat, Kota Santri Bidik Ekosistem TeknologiTasikmalaya International Job Fair Diserbu 4.116 Pendaftar! Lowongan Tembus 7.222 Posisi, ini Jadwalnya

Menurut Karnyo, ikan pepetek menjadi salah satu jenis yang cukup banyak terperangkap dalam jaring.

Kondisi cuaca yang relatif mendukung, dengan ombak tidak terlalu besar, membuat nelayan lebih leluasa menjalankan aktivitas penangkapan.

Namun, laut tetap menyimpan ketidakpastian. Cuaca yang bersahabat belum tentu menjamin hasil tangkapan melimpah.

Bagi nelayan, berapa pun ikan yang berhasil diperoleh tetap berarti bagi keberlangsungan dapur keluarga.

Di sisi lain, aktivitas tersebut memberi keuntungan bagi warga dan wisatawan.

Selain bisa menyaksikan langsung proses nelayan menangkap ikan, pengunjung juga berkesempatan membeli hasil laut dalam kondisi segar dengan harga terjangkau.

Salah seorang wisatawan, Herni, mengaku kerap datang ke kawasan tersebut untuk membeli ikan.

0 Komentar