1.100 Warga Kota Tasikmalaya Gangguan Jiwa, Kondisi Keuangan Jadi Pemicu

Bantuan pangkas rambut odgj yayasan mentari hati
Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama pengusaha pangkas rambut melakukan bakti sosial ke Yayasan Mentari Hati, Rabu (21/10/2026). (Ujang Nandar/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya mencatat sekitar 1.100 warga mengalami gangguan jiwa atau masuk dalam kategori Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Jumlah tersebut tersebar di 10 kecamatan, mulai dari kawasan perkotaan hingga wilayah pelosok.

Faktor sosial ekonomi menjadi salah satu persoalan yang melatarbelakangi munculnya gangguan jiwa. Selain itu, permasalahan keluarga, kondisi keuangan, serta persoalan yang dihadapi pada usia remaja juga menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih, mengatakan penanganan ODGJ tidak hanya dilakukan melalui pengobatan medis, tetapi juga membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan agar kondisi pasien tetap terpantau.

Baca Juga:Urusan Aset Perlu Dituntaskan, Dibahas Ikatan Purna Anggota DPRD Kota TasikmalayaGPI Soroti Tambang di Mangkubumi Kota Tasikmalaya

“Secara umum, penderita ODGJ di Kota Tasikmalaya jumlahnya cukup banyak. Berdasarkan data yang kami miliki, ada sekitar 1.100 orang,” ujar Suryaningsih saat Bakti Sosial untuk ODGJ di Yayasan Mentari Hati, Rabu (21/10/2026).

Menurutnya, gangguan jiwa dapat dialami berbagai kelompok usia, mulai dari remaja berusia 15 tahun hingga lanjut usia. Permasalahan yang dihadapi setiap kelompok usia pun beragam.

“Kalau usia remaja, biasanya ada persoalan terkait keinginan terhadap barang tertentu atau masalah lainnya. Sementara pada usia yang sudah berumah tangga, persoalan sosial, rumah tangga, dan keuangan juga bisa menjadi pemicu,” jelasnya.

Sebagai upaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi ODGJ, Dinkes Kota Tasikmalaya bersama Seven Barber melaksanakan kegiatan intervensi pelayanan kesehatan bagi warga ODGJ di Mentari Hati.

Dalam kegiatan tersebut, tim dari Puskesmas Tamansari melakukan pemeriksaan dan memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan para warga binaan.

Suryaningsih menjelaskan, pelayanan tidak hanya berfokus pada kondisi kejiwaan, tetapi juga menyasar penyakit umum yang berpotensi dialami para penghuni Mentari Hati.

“Fokusnya biasanya pada penyakit umum yang dialami warga ODGJ, seperti penyakit kulit, batuk, dan flu yang ada di Mentari Hati,” katanya.

Baca Juga:Solar untuk Sampah,  Angkanya Bikin Gerah!DOFAR dan GOLKAR!

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh penting dilakukan agar keluhan fisik yang dialami pasien dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

Dinkes Kota Tasikmalaya juga melakukan penanganan melalui fasilitas kesehatan dan pendampingan di tingkat puskesmas. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui program Sahabat Jiwa, yang melibatkan petugas untuk memantau kondisi pasien secara rutin.

0 Komentar