TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya mewaspadai potensi lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) saat pergantian musim dari kemarau ke penghujan. Sejumlah langkah antisipasi mulai dilakukan, mulai dari pemantauan jentik nyamuk hingga sosialisasi pencegahan kepada masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr. H. Asep Hendra Hendriana, mengatakan, pergantian musim menjadi salah satu kondisi yang harus diwaspadai karena berpotensi meningkatkan perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD.
“Pergantian musim ini memang sudah menjadi perhatian kami. Karena itu, langkah-langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini agar potensi lonjakan kasus DBD bisa dicegah,” ujarnya.
Baca Juga:BPK Bongkar Hitungan SiLPA Pemkot Tasikmalaya!Penataan Dadaha Kurang Progresif, Pemkot Tasikmalaya Masih Siapkan Masterplan
Menurut Asep, upaya kewaspadaan tersebut juga sejalan dengan perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan. Dinkes Kota Tasikmalaya telah menerbitkan surat edaran sebagai pedoman antisipasi bagi jajaran terkait.
“Surat edaran sudah kami layangkan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan meningkatnya kasus DBD. Kami tidak ingin menunggu sampai kasus meningkat baru melakukan tindakan,” katanya.
Ia menjelaskan, meskipun Kota Tasikmalaya saat ini masih menghadapi kondisi kemarau, hujan sudah mulai turun di sejumlah daerah, termasuk beberapa wilayah di Jawa Barat. Namun, waktu dimulainya musim penghujan di Kota Tasikmalaya belum dapat dipastikan.
“Sekarang memang masih kemarau, tetapi di beberapa daerah sudah mulai turun hujan. Kita belum bisa memastikan kapan hujan akan merata di Kota Tasikmalaya. Bisa lebih cepat, bisa juga lebih lambat,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, Dinkes telah menginstruksikan jajaran puskesmas agar meningkatkan pemantauan di wilayah masing-masing. Salah satu fokusnya adalah memeriksa keberadaan jentik nyamuk di lokasi yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
“Tim dari puskesmas sudah turun melakukan monitoring dan langkah-langkah pencegahan. Pemantauan jentik nyamuk juga terus dilakukan, terutama di lokasi-lokasi yang memang rawan,” ungkap Asep.
Ia menegaskan, peningkatan curah hujan perlu menjadi perhatian bersama. Sebab, air yang menggenang di berbagai wadah berpotensi menjadi tempat nyamuk berkembang biak apabila tidak segera dibersihkan.
Baca Juga:Kursi KND dan Ujian Publik Hotum Hotimah!Pelayanan Publik Pemerintah Kota Tasikmalaya Dinilai Baik, Nilainya Tembus 81,669 Poin
“Yang perlu diwaspadai adalah ketika curah hujan mulai tinggi. Jangan sampai ada genangan air atau tempat penampungan air yang dibiarkan menjadi sarang nyamuk,” tegasnya.
