Mahasiswa Filipina Bakal Magang di Kota Tasikmalaya, Peluang Ekspor UMKM Terbuka

UMKM Lokal Dibidik Pasar Filipina
Tim SLSU Filipina didampingi REDEF meninjau UMKM garmen dan tas Twilly di Kecamatan Indihiang, Selasa (20/10/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Sambutan para pelaku usaha dan kesiapan mereka menerima mahasiswa membuat pihaknya lebih percaya diri terhadap pelaksanaan program.

“Setelah bertemu dengan semua pihak yang terlibat, termasuk perusahaan mitra dan para pimpinan perusahaan, kami merasa jauh lebih percaya diri. Kami yakin mahasiswa akan mendapatkan pengalaman yang baik,” tutur Duarte.

Ia juga mengapresiasi REDEF yang menjembatani hubungan antara SLSU, UPI Kampus Tasikmalaya, dan dunia industri.

Baca Juga:Mahasiswa Bisnis Pariwisata UMB Siap Hadapi Pasar Global, Perkuat Narasi dan Literasi DigitalHUT ke-62 Golkar di Kota Tasikmalaya, Ziarah Pahlawan Jadi Pengingat Pengabdian untuk Rakyat

Menurut dia, model kolaborasi yang melibatkan universitas, yayasan, perusahaan sosial, serta pelaku industri memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam pemenuhan dokumen dan persyaratan hukum.

Namun, tantangan tersebut dinilai sepadan dengan peluang yang dapat dibangun. Duarte berharap kemitraan awal selama tiga tahun itu dapat diperpanjang dan berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas.

Duarte menandaskan, kemitraan ini tidak hanya diarahkan pada program magang mahasiswa. Pertukaran dosen, pertukaran budaya, serta pengembangan program akademik bersama juga menjadi peluang yang dapat dijajaki.

Sebagai rektor yang memimpin universitas dengan enam kampus, ia berencana membagikan pengalaman kunjungannya kepada seluruh lingkungan SLSU agar peluang kerja sama tersebut dapat dikembangkan lebih jauh.

Ia juga berharap hubungan antarpelaku usaha di Tasikmalaya dan Southern Leyte, Filipina, dapat terbangun. Melalui hubungan tersebut, kedua pihak berpeluang saling belajar, menyusun tolok ukur pengembangan usaha, serta menemukan potensi bisnis baru.

Bagi Duarte, karakter pelaku usaha Tasikmalaya yang dinamis, berpandangan ke depan, tetapi tetap rendah hati menjadi salah satu hal yang berkesan selama kunjungannya.

Ia juga berharap masyarakat dan pengusaha Kota Tasikmalaya juga dapat berkunjung ke Southern Leyte untuk melihat langsung potensi daerah tersebut.

Baca Juga:290 Atlet dari 18 Kota dan Kabupaten Berebut Tiket Prestasi di GOR Susi Susanti, PBSI Jabar Bidik KejurnasSinergi Foundation Ajak Publik Ubah Solidaritas Palestina Jadi Aksi Nyata

Kolaborasi ini pada akhirnya menjadi ujian penting bagi kerja sama internasional: sejauh mana kesepakatan antarlembaga mampu diterjemahkan menjadi pengalaman mahasiswa, peningkatan kompetensi, serta transaksi bisnis yang nyata.

Sebab, kemitraan global tidak cukup hanya tercatat dalam dokumen. Nilainya justru terlihat ketika mahasiswa memperoleh pengalaman baru, produk lokal menemukan pasar, dan pelaku usaha memiliki jalan untuk tumbuh melampaui batas negara. (rezza rizaldi)

0 Komentar