Meski demikian, peluang tersebut masih memerlukan kajian mengenai prosedur waralaba lintas negara, sekaligus penjajakan dengan calon mitra usaha lokal di Filipina.
“Pak Arif selaku pemilik Siloka menyambut tawaran itu. Namun, prosedur pembukaan franchise dari Indonesia ke Filipina perlu dipelajari terlebih dahulu,” katanya.
Sementara itu, dari sektor pendidikan, LPK MMA menarik perhatian rombongan SLSU melalui model pendidikan vokasi yang tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan bahasa, tetapi juga kesiapan bekerja di lingkungan industri Jepang.
Baca Juga:Mahasiswa Bisnis Pariwisata UMB Siap Hadapi Pasar Global, Perkuat Narasi dan Literasi DigitalHUT ke-62 Golkar di Kota Tasikmalaya, Ziarah Pahlawan Jadi Pengingat Pengabdian untuk Rakyat
Pembelajaran di lembaga tersebut mencakup pengenalan budaya kerja, kedisiplinan, kebiasaan di tempat kerja, hingga persiapan menghadapi kehidupan sehari-hari di lingkungan perusahaan.
Model tersebut dinilai relevan dengan pengembangan kompetensi mahasiswa SLSU, khususnya pada bidang pariwisata dan hospitality.
Selain peluang magang, penjajakan juga membuka kemungkinan pertukaran kompetensi di bidang teknologi informasi, termasuk pemrograman dan pengelolaan basis data.
Santi menegaskan, REDEF ingin memastikan kolaborasi internasional tidak berhenti pada penandatanganan dokumen antarlembaga.
Kemitraan diharapkan berlanjut hingga menyentuh aktivitas bisnis dan kebutuhan nyata dunia industri.
“Harapannya, kolaborasi internasional ini tidak hanya berhenti di kelembagaan, tetapi juga melibatkan pelaku usaha dan industri secara langsung,” bebernya.
Rektor SLSU Filipina, Dr. Jude A. Duarte, menuturkan, pihaknya telah menyusun linimasa tindak lanjut kerja sama.
Baca Juga:290 Atlet dari 18 Kota dan Kabupaten Berebut Tiket Prestasi di GOR Susi Susanti, PBSI Jabar Bidik KejurnasSinergi Foundation Ajak Publik Ubah Solidaritas Palestina Jadi Aksi Nyata
SLSU berharap dapat mengirimkan 15 mahasiswa ke perusahaan-perusahaan mitra di Tasikmalaya pada Februari atau pekan pertama Maret mendatang.
Mahasiswa tersebut diproyeksikan memperoleh pengalaman internasional di bidang manajemen bisnis, pariwisata, dan teknologi informasi, termasuk bisnis digital.
Duarte menilai, pengalaman bekerja langsung di lingkungan industri akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa.
Terlebih, tidak semua mahasiswa memiliki kesempatan untuk belajar dan beradaptasi di luar negeri.
Setelah kembali ke kampus, peserta program juga diharapkan membagikan pengalaman mereka kepada mahasiswa lain melalui seminar maupun kegiatan berbagi pengetahuan.
Dengan begitu, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh peserta yang berangkat, tetapi juga lingkungan akademik secara lebih luas.
Ia mengaku semakin yakin setelah bertemu langsung dengan perusahaan-perusahaan yang akan menjadi mitra.
