TASIK, RADTASIK.ID – Harapan warga mendapatkan alternatif transportasi murah melalui kereta api lokal Priangan Timur mulai menemukan jalannya.
Namun, di tengah rencana yang terus bergulir, realisasi layanan tersebut masih tertahan tahapan administrasi.
Warga pun masih harus menunggu hingga wacana itu benar-benar menjadi layanan yang bisa digunakan.
Baca Juga:Mapay Lembur Jilid II: Tangis Emak Jompo dan Doa untuk Presiden Prabowo!Kemiskinan Kota Tasikmalaya Turun ke 9,34 Persen, Viman: Berkat Kerja Kompak Bersama Seluruh Pihak
Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) ikut mendorong pengoperasian kereta lokal yang direncanakan menghubungkan sejumlah daerah di wilayah Priangan Timur.
Moda transportasi ini diharapkan menjadi pilihan perjalanan yang lebih terjangkau, sekaligus memperkuat konektivitas antardaerah.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Tasikmalaya, Gumilar, mengatakan usulan pengoperasian kereta lokal telah disampaikan kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
Pengajuan tersebut juga melibatkan dinas perhubungan dari sejumlah daerah di Priangan Timur.
Menurut dia, rencana itu sudah dibahas bersama. Namun, proses selanjutnya masih menunggu surat dari Gubernur Jawa Barat sebelum pemerintah daerah melengkapi persyaratan administrasi yang diperlukan.
“Pengajuan sudah masuk ke Dirjen Perkeretaapian. Dinas perhubungan di wilayah Priangan Timur juga sudah mengajukan dan rencana ini sudah dibahas,” ujar Gumilar, Jumat (16/10/2026).
Dishub Kota Tasikmalaya, lanjut dia, telah menjalin komunikasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian untuk mendorong tindak lanjut rencana tersebut.
Baca Juga:Listriknya Terang, PAD-nya Remang-RemangJangan Biarkan Kebaikan Terpecah! Zikir Bersama Jadi Ikhtiar Satukan Pedagang Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya
Meski begitu, pengoperasian kereta lokal masih membutuhkan koordinasi lebih lanjut antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan pihak terkait.
Artinya, rencana sudah dibicarakan dan pengajuan telah disampaikan. Namun, sampai tahapan administrasi berikutnya terpenuhi, masyarakat belum bisa memastikan kapan kereta lokal tersebut mulai beroperasi.
Jika terealisasi, kereta lokal Priangan Timur direncanakan melayani sejumlah stasiun, mulai dari Banjar, Bojong, Ciamis, Manonjaya, Awipari, Rajapolah, Ciawi, Cipendeuy, Lewigoong, Cibatu, hingga Cicalengka.
Jalur tersebut berpotensi membuka pilihan perjalanan bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan kendaraan pribadi atau moda transportasi lain untuk bepergian antardaerah.
Warga Banjar, misalnya, diharapkan dapat menuju Kota Tasikmalaya dengan lebih mudah.
Begitu pula masyarakat Tasikmalaya yang hendak mengakses daerah lain di sepanjang jalur yang direncanakan.
Bukan hanya untuk perjalanan rutin, kereta lokal juga berpotensi menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga kunjungan wisata.
