Tetapi ukuran keberhasilan kunjungan seperti ini bukan seberapa banyak orang yang disambangi. Yang lebih penting adalah apa yang dilakukan setelah kunjungan berakhir.
Apakah jalan yang rusak masuk dalam pembahasan pembangunan? Apakah rumah tidak layak huni mendapat tindak lanjut? Apakah kelompok ternak memperoleh pendampingan? Apakah kebutuhan air bersih benar-benar diperjuangkan?
Sebab masyarakat tidak hanya membutuhkan orang yang datang mendengar. Mereka juga membutuhkan orang yang bersedia membawa suara itu ke meja pengambilan keputusan.
Baca Juga:Kemiskinan Kota Tasikmalaya Turun ke 9,34 Persen, Viman: Berkat Kerja Kompak Bersama Seluruh PihakListriknya Terang, PAD-nya Remang-Remang
Ada bagian yang paling membekas bagi Usman: tangisan emak-emak jompo ketika menerima santunan dan doa yang mereka sampaikan.
Dalam suasana ulang tahun Presiden Prabowo, Usman secara khusus memohon agar masyarakat turut mendoakan presiden.
Ia menilai Prabowo sedang menghadapi tanggung jawab besar dalam memimpin negara. Di tengah pekerjaan itu, menurut Usman, masih ada narasi kebencian dan tuduhan yang ia pandang sebagai fitnah dari sebagian masyarakat.
Usman berharap presiden diberi kesehatan, keteguhan, dan kekuatan untuk menjalankan amanahnya.
Tentu, dalam demokrasi, kritik tetap diperlukan. Pemimpin berhak mendapat dukungan, tetapi juga harus terbuka terhadap koreksi. Sebab doa dan kritik sebenarnya tidak harus saling meniadakan.
Justru keduanya bisa berjalan bersama: mendoakan pemimpin agar kuat, sekaligus mengingatkan agar kekuasaan tetap berpihak kepada rakyat.
Dan rakyat yang paling perlu didengar sering kali bukan mereka yang paling keras bersuara. Kadang mereka adalah emak-emak sepuh yang tinggal di rumah sederhana.
Baca Juga:Jangan Biarkan Kebaikan Terpecah! Zikir Bersama Jadi Ikhtiar Satukan Pedagang Pasar Cikurubuk Kota TasikmalayaAMI: Kritisnya Kapan-Kapan!
Mereka tidak punya panggung. Tidak punya pengeras suara. Bahkan untuk menyampaikan keluhan pun mungkin harus menunggu ada orang yang datang.
Hari itu, mereka menerima santunan. Mereka menangis. Mereka berdoa. Bagi Usman, momen itu menjadi pengingat bahwa perjuangan politik semestinya tidak berhenti pada kemenangan pemilu. Ada tanggung jawab yang terus berjalan setelah suara dihitung dan jabatan diperoleh.
Mapay Lembur Jilid II, akhirnya bukan sekadar perjalanan menemui tim lama. Di sana ada jalan yang menunggu diperbaiki. Rumah yang membutuhkan perhatian.
Air bersih yang perlu dipastikan ketersediaannya. Sarana keagamaan yang perlu didukung. Serta warga yang berharap memiliki kesempatan ekonomi lebih baik melalui peternakan.
