Kuda Lumping Jadi Agenda Tahunan, Pangandaran Jangan Cuma Jual Pantai

Andalkan Kuda Lumping untuk Perkuat Wisata Budaya
Aksi para seniman di Festival Kuda Lumping Kabupaten Pangandaran, Rabu (14/10/2026). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

PANGANDARAN, RADSIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran berencana menjadikan pagelaran Kuda Lumping sebagai agenda tahunan dalam perayaan Milangkala Kabupaten Pangandaran.

Langkah ini diharapkan tak sekadar meramaikan hari jadi, tetapi juga memperkuat posisi kesenian tradisional sebagai identitas budaya sekaligus daya tarik wisata daerah.

Festival Kuda Lumping yang digelar dalam rangka Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran, Rabu (14/10/2026), menyedot perhatian warga. Kegiatan tersebut melibatkan ratusan seniman dari berbagai kelompok seni tradisional yang tampil dalam satu panggung perayaan.

Baca Juga:Kemiskinan Kota Tasikmalaya Turun ke 9,34 Persen, Viman: Berkat Kerja Kompak Bersama Seluruh PihakListriknya Terang, PAD-nya Remang-Remang

Bupati Pangandaran, Hj Citra Pitriyami mengaku senang melihat kesenian Kuda Lumping mendapat ruang pertunjukan dalam skala besar.

Menurutnya, festival tersebut menjadi momentum untuk memberikan perhatian lebih terhadap kesenian tradisional yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

“Saya senang sekali. Mungkin ini pertama kali selama Pangandaran berdiri ada pagelaran 100 penari Kuda Lumping. Insyaallah, ini akan menjadi agenda tahunan. Setiap kita memperingati milangkala, selalu ada Kuda Lumping,” ujarnya belum lama ini.

Citra menegaskan, kesenian tradisional perlu terus ditampilkan dan dipublikasikan agar semakin dikenal luas. Tak hanya oleh masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan yang selama ini mengenal Pangandaran lewat destinasi pantainya.

“Ini merupakan budaya kita, kesenian kita yang harus kita tampilkan, harus kita publikasikan agar tidak hanya orang Pangandaran yang tahu, tetapi wisatawan pun harus tahu. Karena ini merupakan daya tarik Kabupaten Pangandaran,” katanya.

Rencana tersebut menjadi peluang bagi pemerintah daerah untuk memperluas daya tarik wisata Pangandaran. Sebab, potensi daerah tidak semestinya hanya bertumpu pada keindahan pantai, tetapi juga kekayaan budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Namun, menjadikan Kuda Lumping sebagai agenda tahunan tentu membutuhkan kesinambungan. Pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menghadirkan pertunjukan saat milangkala.

Baca Juga:Jangan Biarkan Kebaikan Terpecah! Zikir Bersama Jadi Ikhtiar Satukan Pedagang Pasar Cikurubuk Kota TasikmalayaAMI: Kritisnya Kapan-Kapan!

Dukungan terhadap kelompok seni, ruang tampil yang berkelanjutan, serta regenerasi seniman menjadi bagian penting agar kesenian tradisional tak sekadar menjadi pemanis kalender acara.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran, Sulastri, mengatakan festival tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memajukan kebudayaan sekaligus memberikan kesempatan lebih luas kepada para seniman tradisional.

0 Komentar