Kuda Lumping Jadi Agenda Tahunan, Pangandaran Jangan Cuma Jual Pantai

Andalkan Kuda Lumping untuk Perkuat Wisata Budaya
Aksi para seniman di Festival Kuda Lumping Kabupaten Pangandaran, Rabu (14/10/2026). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Dalam kegiatan itu, Disparbud melibatkan 10 kelompok Kuda Lumping dari sejumlah wilayah di Kabupaten Pangandaran.

Total peserta mencapai sekitar 170 seniman, mulai dari penari, penabuh gamelan atau nayaga, hingga pendukung pertunjukan lainnya.

Menurut Sulastri, pelestarian seni tradisional tidak cukup hanya dengan menjaga keberadaannya.

Baca Juga:Kemiskinan Kota Tasikmalaya Turun ke 9,34 Persen, Viman: Berkat Kerja Kompak Bersama Seluruh PihakListriknya Terang, PAD-nya Remang-Remang

Kesenian juga perlu dikembangkan dan diberi ruang tampil agar tetap hidup serta dapat dinikmati oleh masyarakat lintas generasi.

Ia mengakui, peserta festival kali ini belum mencakup seluruh kelompok seni yang ada di Pangandaran.

Meski demikian, kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas keterlibatan pelaku seni dalam berbagai agenda daerah.

Ke depan, konsistensi menjadi ujian bagi Pemkab Pangandaran. Jika benar masuk agenda tahunan, Kuda Lumping tak boleh berhenti sebagai tontonan sesaat saat hari jadi.

Kesenian ini perlu mendapat ruang yang lebih luas agar pelestarian budaya berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata dan kesejahteraan para senimannya. (deni nurdiansah)

0 Komentar