Kekeringan Pangandaran Semakin Meluas, Pemkab Siapkan 90 Tandon dan 37 Sumur Bor

Siapkan 90 Tandon dan 37 Sumur Bor
Warga Pangandaran saat melakukan salat istisqa memohon agar diturunkan hujan di Lapangan Parigi, Kamis (15/10/2026). istimewa
0 Komentar

PANGANDARAN, RADSIK – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Pangandaran memaksa pemerintah daerah menempuh dua jalur sekaligus: ikhtiar spiritual dan penanganan teknis.

Di tengah hujan yang belum kunjung turun, Pemkab Pangandaran menggelar Salat Istisqa, menyiapkan sekitar 90 tandon air, serta merencanakan pembangunan 37 sumur bor tambahan.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga pasokan air bersih bagi warga sekaligus mengantisipasi ancaman gagal panen.

Baca Juga:Kemiskinan Kota Tasikmalaya Turun ke 9,34 Persen, Viman: Berkat Kerja Kompak Bersama Seluruh PihakListriknya Terang, PAD-nya Remang-Remang

Namun, di tengah upaya yang terus digencarkan, keterbatasan anggaran masih menjadi pekerjaan rumah dalam penanganan kekeringan.

Bupati Pangandaran, Hj Citra Pitriyami mengatakan, Salat Istisqa tingkat kabupaten digelar sebagai ikhtiar batiniah agar hujan segera turun.

Sebelumnya, Pemkab juga telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh pemerintah kecamatan untuk melaksanakan salat serupa di wilayah masing-masing.

“Kita sudah melaksanakan Salat Istisqa di tingkat kabupaten. Ini merupakan ikhtiar batiniah kita meminta kepada Allah agar segera turun hujan. Sebelumnya kita juga sudah mengeluarkan surat edaran untuk Salat Istisqa di tingkat kecamatan, dan mudah-mudahan doa kita segera terkabul,” ujar Citra, Kamis (15/10/2026).

Berdasarkan prakiraan cuaca dan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan di wilayah tersebut diperkirakan mulai muncul pada November hingga Desember.

Sambil menunggu perubahan cuaca, pemerintah daerah mengupayakan penanganan darurat agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kodim setempat.

Kerja sama tersebut telah merealisasikan pembangunan sembilan unit sumur bor.

Baca Juga:Jangan Biarkan Kebaikan Terpecah! Zikir Bersama Jadi Ikhtiar Satukan Pedagang Pasar Cikurubuk Kota TasikmalayaAMI: Kritisnya Kapan-Kapan!

Selain itu, sebanyak 20 sumur bor irigasi telah rampung dibangun untuk mendukung sektor pertanian.

Sepuluh unit di antaranya berada di dekat permukiman warga sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber air baku masyarakat.

Pemkab juga memproyeksikan pembangunan tahap kedua berupa 37 sumur bor tambahan.

Infrastruktur tersebut difokuskan untuk menjaga ketersediaan air bagi irigasi sawah, sekaligus menekan risiko gagal panen akibat kekurangan pasokan air.

Di sisi lain, distribusi air bersih akan diperkuat melalui penyediaan sekitar 90 unit tandon yang ditempatkan di desa-desa terdampak.

Skema ini dipilih karena dampak kekeringan tidak selalu merata di seluruh wilayah desa, melainkan kerap hanya terjadi di satu atau dua dusun.

0 Komentar