Kekeringan Pangandaran Semakin Meluas, Pemkab Siapkan 90 Tandon dan 37 Sumur Bor

Siapkan 90 Tandon dan 37 Sumur Bor
Warga Pangandaran saat melakukan salat istisqa memohon agar diturunkan hujan di Lapangan Parigi, Kamis (15/10/2026). istimewa
0 Komentar

“Mengingat pola sebaran dampak kekeringan yang tidak merata, biasanya hanya menimpa satu hingga dua dusun dalam satu desa, pola penyaluran via tandon dinilai lebih efisien. Pemerintah berencana menyediakan sekitar 90 unit tandon air yang dialokasikan sebanyak dua unit per desa terdampak, sehingga warga dapat mengambil pasokan air bersih dari titik distribusi terdekat,” jelasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan warga saat ini, Pemkab Pangandaran menyatakan stok air baku masih dalam kondisi aman dan terkendali.

Penyaluran air bersih dilakukan menggunakan enam armada mobil tangki hasil kolaborasi sejumlah instansi, yakni PDAM, PMI, Tagana Dinas Sosial, BPBD dengan dua armada, serta dukungan tambahan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Baca Juga:Kemiskinan Kota Tasikmalaya Turun ke 9,34 Persen, Viman: Berkat Kerja Kompak Bersama Seluruh PihakListriknya Terang, PAD-nya Remang-Remang

Meski berbagai langkah telah berjalan, keterbatasan anggaran diakui masih membatasi optimalisasi penanganan. Pemerintah daerah menyatakan akan terus memaksimalkan sumber daya yang tersedia agar beban masyarakat terdampak kekeringan dapat diringankan.

Salat Istisqa menjadi ikhtiar memohon hujan, sementara sumur bor, tandon, dan armada tangki menjadi tumpuan penanganan di lapangan.

Kini, efektivitas distribusi air dan realisasi infrastruktur tambahan menjadi bagian penting dari upaya menghadapi kekeringan yang belum sepenuhnya berlalu. (deni nurdiansah)

0 Komentar