Ketika Sekolah Tak Lagi Aman, Anggota DPR RI Ahmad Doli Kurnia Soroti Kasus Perundungan yang Memakan Korban

Ahmad doli
Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia. (Istimewa)
0 Komentar

Karena itu, keberanian untuk melaporkan persoalan harus dibangun bersamaan dengan jaminan bahwa anak yang bercerita akan mendapatkan perlindungan dan pendampingan.

Dalam konteks itu, Doli meminta kasus MHAQ diselesaikan secara terbuka dan tetap mengedepankan keadilan.

“Pertama, kasus ini harus diselesaikan seterang-terangnya, seterbuka-terbukanya. Jangan ada yang ditutupi. Apa yang diketahui sampaikan, yang tidak tahu bilang tidak tahu,” tegasnya.

Baca Juga:Musyawarah KADIN Kabupaten Tasikmalaya Bakal Diulang, Dijadwalkan 21 Oktober 2026Lahan Perjuangan Jadi Simbol Harapan, OTL SPP Cineam Tasikmalaya Gelar Syukuran

“Saya kira orang tua korban tentu ingin kasus ini diselesaikan secara hukum dan mendapatkan keadilan,” sambungnya.

Namun, Doli juga mengingatkan bahwa anak-anak yang diduga terlibat tetap harus mendapatkan perhatian. Proses penyelesaian kasus tidak boleh mengabaikan masa depan mereka.

“Walaupun saat ini mereka diduga sebagai pelaku, anak-anak tersebut juga harus tetap dipikirkan. Bagaimanapun, masa depan mereka harus kita pikirkan,” katanya.

Persoalan berikutnya yang menjadi perhatian Doli adalah hasil autopsi MHAQ yang hingga Rabu (7/10/2026) disebut belum diterima keluarga. Ia mengaku akan mengecek langsung ke rumah sakit.

“Tadi malam saya tanya keluarga korban, apakah hasil autopsinya sudah ada atau belum. Katanya, prosesnya satu minggu dan jatuhnya hari ini. Setelah ini saya mau ke rumah sakit untuk mengecek,” ujarnya.

Terlepas dari proses pengusutan kasus tersebut, Doli menegaskan bahwa peristiwa yang dialami MHAQ tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.

Ia berharap kejadian itu menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa keselamatan anak merupakan tanggung jawab sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat.

Baca Juga:Musim Kemarau Panjang, OTL SPP Cineam Tasikmalaya Gelar Shalat Istisqa Bersama Para PetaniPortal Papayan-Cikalong Dipersoalkan, Pengusaha Minta Truk Legal Tak Dibatasi

“Jangan sampai ada normalisasi, seolah masalah ini biasa atau tidak serius. Ini masalah serius. Kita jadikan hikmah dan pelajaran serta momentum untuk saling terbuka,” tegasnya.

Pencegahan perundungan pada akhirnya bukan hanya tentang bagaimana menghentikan sebuah tindakan ketika sudah terjadi. Lebih jauh, pencegahan adalah tentang menciptakan lingkungan yang sejak awal tidak memberi ruang bagi kekerasan untuk tumbuh.

Anak perlu merasa aman ketika berada di sekolah. Mereka perlu tahu kepada siapa harus berbicara ketika menghadapi persoalan. Mereka juga perlu belajar bahwa perbedaan bukan alasan untuk merendahkan, mengucilkan, atau menyakiti teman.

0 Komentar