Pencegahan juga membutuhkan kepekaan guru dan tenaga kependidikan dalam melihat perubahan perilaku siswa, keberanian anak untuk bercerita, komunikasi yang terbuka dengan orang tua, serta lingkungan sekolah yang tidak membiarkan tindakan mengejek, mengintimidasi, mengucilkan, maupun kekerasan dianggap sebagai bagian biasa dari kehidupan anak-anak.
Dugaan perundungan sering kali tidak selalu muncul dalam bentuk tindakan yang langsung terlihat. Karena itu, perhatian terhadap tanda-tanda awal menjadi penting sebelum persoalan berkembang menjadi lebih besar.
Sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar anak perlu memiliki ruang komunikasi yang memungkinkan setiap persoalan disampaikan dan ditangani sedini mungkin.
Baca Juga:Musyawarah KADIN Kabupaten Tasikmalaya Bakal Diulang, Dijadwalkan 21 Oktober 2026Lahan Perjuangan Jadi Simbol Harapan, OTL SPP Cineam Tasikmalaya Gelar Syukuran
Kasus MHAQ juga menjadi momentum untuk melihat kembali bagaimana mekanisme perlindungan anak dijalankan dalam keseharian. Pencegahan idealnya tidak baru bergerak ketika seorang anak telah menjadi korban.
Doli menilai kasus tersebut harus menjadi bahan pembelajaran untuk memperkuat sistem pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan.
Ia juga menyoroti informasi mengenai rekaman CCTV yang disebut berkaitan dengan kejadian. Keterangan yang diterimanya dari pihak sekolah, kepolisian, dan keluarga korban masih berbeda.
“Pihak sekolah mengatakan CCTV-nya rusak. Tapi dari pihak Polres dan keluarga mengatakan ada rekamannya, hanya blur. Pertanyaannya, apakah rekaman yang disebut blur itu pernah disaksikan bersama-sama,” katanya.
Doli berharap informasi tersebut dapat diperjelas agar seluruh pihak memiliki gambaran yang sama mengenai rangkaian peristiwa.
Perbedaan keterangan juga muncul mengenai lokasi kejadian. Ada informasi yang menyebut peristiwa terjadi di depan kamar mandi, sementara informasi lainnya menyebut lokasi kejadian berada di aula.
“Ini juga harus kita telusuri. Jangan sampai ada informasi yang berbeda-beda,” tegasnya.
Baca Juga:Musim Kemarau Panjang, OTL SPP Cineam Tasikmalaya Gelar Shalat Istisqa Bersama Para PetaniPortal Papayan-Cikalong Dipersoalkan, Pengusaha Minta Truk Legal Tak Dibatasi
Upaya mencegah perundungan tidak cukup hanya dengan memasang larangan atau memberikan sanksi setelah kejadian. Yang lebih penting adalah membangun budaya sekolah yang membuat anak merasa aman untuk berbicara ketika mengalami atau menyaksikan tindakan yang tidak semestinya.
Guru memiliki posisi penting karena menjadi salah satu orang dewasa yang paling sering berinteraksi dengan siswa di sekolah. Begitu pula teman sebaya yang kerap menjadi orang pertama yang mengetahui ketika seorang anak mengalami tekanan.
