Doli mengingatkan, pembangunan anak tidak cukup hanya mengejar kecerdasan, kesehatan, dan pemenuhan gizi. Pembentukan karakter dan kesehatan mental juga menjadi bagian yang tidak kalah penting.
“Percuma otaknya cerdas, badannya sehat, gizinya bagus, tetapi mentalnya rusak. Kita ingin anak-anak Indonesia ke depan berilmu tinggi, sehat, gizinya baik, sekaligus berakhlak dan berkarakter,” pungkasnya. (rls)
