TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, mulai menata potensi tanaman aren agar tidak berhenti sebagai komoditas gula aren dan kolang-kaling. Aren didorong menjadi sumber ekonomi masyarakat sekaligus memiliki peluang dikembangkan sebagai bahan baku energi alternatif.
Potensi tersebut cukup besar. Berdasarkan data pemerintah kecamatan, tanaman aren di Cigalontang mencapai sekitar 166,73 hektare dengan produksi sekitar 392,59 ton. Tanaman aren juga tersebar di seluruh 16 desa.
Kondisi itu membuat pemerintah kecamatan memilih memperkuat ekosistem yang sudah berjalan di masyarakat, mulai dari budidaya, penyadapan nira, pengolahan hingga pemasaran.
Baca Juga:Ketika Sekolah Tak Lagi Aman, Anggota DPR RI Ahmad Doli Kurnia Soroti Kasus Perundungan yang Memakan KorbanMusyawarah KADIN Kabupaten Tasikmalaya Bakal Diulang, Dijadwalkan 21 Oktober 2026
Camat Cigalontang Roni Imroni mengatakan, aren bukan komoditas baru yang harus dibangun dari awal karena masyarakat telah lama menggantungkan sebagian sumber penghidupannya dari tanaman tersebut.
“Kami memilih memperkuat ekosistem yang sudah terbentuk dengan melibatkan petani, penyadap, pemerintah desa, kelompok tani hingga pelaku usaha,” ujarnya.
Kata dia, Aren di Cigalontang sudah hidup dan berkembang di masyarakat. Yang didorong sekarang bukan sekadar menambah produksi, tetapi membangun ekosistemnya secara utuh, mulai dari budidaya, penyadapan nira, pengolahan, pemasaran sampai pemanfaatan limbah.
Karena itu, konsep yang dikembangkan bukan sekadar mengejar swasembada pangan, melainkan diarahkan menjadi swasembada ekosistem aren. Seluruh rantai produksi diharapkan memiliki nilai ekonomi sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Selama ini, produk aren yang paling dikenal adalah gula aren dan kolang-kaling. Padahal, menurut Roni, peluang produk turunannya masih terbuka lebar, seperti nira segar, minuman berbahan nira, gula semut, gula cair hingga cuka aren.
Pengembangan produk turunan dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah dan mengurangi ketergantungan petani terhadap penjualan bahan mentah.
“Jangan sampai aren hanya dijual dalam bentuk bahan mentah. Kita ingin mendorong pengolahan menjadi gula semut, gula cair, cuka aren, minuman berbahan nira maupun produk olahan lainnya sehingga nilai tambahnya kembali ke masyarakat,” katanya.
Baca Juga:Lahan Perjuangan Jadi Simbol Harapan, OTL SPP Cineam Tasikmalaya Gelar SyukuranMusim Kemarau Panjang, OTL SPP Cineam Tasikmalaya Gelar Shalat Istisqa Bersama Para Petani
Selain sektor pangan dan produk olahan, potensi aren Cigalontang mulai dilirik untuk sektor energi. Nira aren dinilai memiliki peluang untuk dikaji sebagai salah satu bahan baku pengembangan bioetanol.
