Namun, pemerintah kecamatan menegaskan rencana tersebut belum masuk tahap pembangunan industri. Saat ini, pemerintah masih melakukan pendataan dan kajian untuk mengetahui kapasitas bahan baku, produktivitas tanaman, kualitas nira, kebutuhan investasi hingga aspek teknis lainnya.
“Kami ingin ikut berkontribusi terhadap upaya swasembada energi melalui peluang pengembangan bioetanol. Tetapi semuanya harus berdasarkan data dan kajian yang profesional. Tidak bisa tiba-tiba membangun pabrik tanpa mengetahui secara pasti potensi bahan bakunya,” tuturnya.
Menurut Roni, kepastian bahan baku menjadi faktor penting karena industri bioetanol membutuhkan pasokan dalam jumlah besar dan berkelanjutan.
Baca Juga:Ketika Sekolah Tak Lagi Aman, Anggota DPR RI Ahmad Doli Kurnia Soroti Kasus Perundungan yang Memakan KorbanMusyawarah KADIN Kabupaten Tasikmalaya Bakal Diulang, Dijadwalkan 21 Oktober 2026
Karena itu, pemerintah terlebih dahulu memetakan potensi aren di seluruh wilayah Cigalontang sebelum menentukan arah pengembangan industri, termasuk kemungkinan investasi dan lokasi pabrik.
Untuk mendapatkan gambaran potensi yang lebih akurat, pemerintah kecamatan meminta seluruh desa melakukan pendataan secara rinci. Pendataan tidak hanya mengacu pada luas tanaman, tetapi ditelusuri hingga tingkat RT dan RW.
Data yang dikumpulkan mencakup jumlah pohon aren, luas lahan, produktivitas, jumlah petani, jumlah penyadap hingga kapasitas produksi nira.
Data tersebut selanjutnya dikompilasi pemerintah desa dan menjadi bahan analisis bersama pemerintah daerah. Pemerintah kecamatan menargetkan data dapat disampaikan pada 26 Oktober.
“Kami ingin mendapatkan data riil dari lapangan. Pendataan dilakukan melalui RT dan RW, kemudian dihimpun oleh desa. Data itu penting karena akan menjadi dasar analisis potensi aren sekaligus bahan pertimbangan untuk pengembangan ke depan,” ucapnya.
Roni mengatakan, hasil pendataan nantinya akan memperlihatkan desa dengan potensi produksi terbesar, sebaran petani dan penyadap serta kemampuan produksi nira untuk menopang pengembangan industri.
Dengan demikian, pemerintah belum menentukan lokasi pembangunan pabrik bioetanol. Keputusan terkait investasi dan lokasi industri masih menunggu hasil pendataan serta kajian lebih lanjut.
Baca Juga:Lahan Perjuangan Jadi Simbol Harapan, OTL SPP Cineam Tasikmalaya Gelar SyukuranMusim Kemarau Panjang, OTL SPP Cineam Tasikmalaya Gelar Shalat Istisqa Bersama Para Petani
Pengembangan aren juga diarahkan pada penguatan petani dan kelembagaan. Pemerintah kecamatan akan mendorong penguatan kelompok tani, Kelompok Tani Hutan (KTH), kelompok penyadap hingga koperasi.
Kelembagaan tersebut dinilai penting agar petani memiliki posisi yang lebih kuat dalam rantai usaha aren dan tidak hanya menjadi pemasok bahan baku.
