Kota Tasik, Se-Bercanda Ini!

Penataan dadaha kota tasikmalaya
Ilustrasi AI/ChatGPT
0 Komentar

Bukan pemerintahan yang semua orang sibuk, tetapi hasilnya tetap membuat orang bertanya: “Sebenarnya Dadaha mau diapakan?”. Mungkin ini memang khas Kota Tasikmalaya.

Kita sering bercanda. Tetapi kali ini leluconnya kurang lucu. Sebab yang menjadi bahan bercanda bukan panggung.Bukan acara hiburan. Bukan konten TikTok.Yang menjadi bahan bercanda adalah sebuah kawasan publik.

Dan di balik kawasan itu ada pedagang yang mencari nafkah, warga yang ingin berolahraga, serta masyarakat yang ingin melihat Dadaha menjadi ruang publik yang nyaman.

Baca Juga:Hasil Evaluasi PCNU terhadap Wali Kota Tasikmalaya: Kita Teman yang Tak Selalu Mengangguk!Bukan Mengadili, NU Ingin Mendengar!

Mereka tidak butuh video tiga hari. Mereka butuh penataan yang bertahan bertahun-tahun. Karena Dadaha tidak meminta banyak. Cukup satu hal: kalau mau ditata, jangan setengah hati.

Dan kalau sudah mulai menata, jangan sampai yang ditertibkan hanya PKL. Sementara konsepnya sendiri masih berantakan. (red)

0 Komentar