537 Mahasiswa Universitas BTH Tasikmalaya Diwisuda, Lulusan Dituntut Tak Sekadar Pegang Ijazah

Wisuda 537 mahasiswa BTH Tasikmalaya
Prosesi wisuda 537 mahasiswa Universitas BTH Tasikmalaya di Gedung Convention BTH Kota Tasikmalaya, Sabtu (3/10/2026). Istimewa for radartasik.id
0 Komentar

“Dari beberapa prodi, insyaallah untuk persiapan kerja di lapangan juga sudah siap. Kemudian untuk entrepreneur dari Fakultas Teknologi dan Bisnis juga insyaallah sudah kita siapkan,” tutur Ruswanto.

Ia menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja yang bergerak cepat. Ijazah, kata dia, tidak cukup jika tidak dibarengi kemauan untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi.

“Jangan berhenti meningkatkan kompetensi. Teknologi harus dimanfaatkan sebagai alat untuk mendukung kemampuan dan menciptakan berbagai inovasi,” terangnya.

Baca Juga:Usman Mapay Lembur: Mengecek Jalan, Menghitung Domba, Mendengar Suara Warga!Tasik Muslim Fair 2026 Bidik Transaksi Rp10 Miliar, Viman Dorong UMKM Naik Kelas

Ruswanto menambahkan, lulusan BTH juga didorong untuk membangun profesionalisme serta menerapkan ilmu secara bertanggung jawab.

Ia menyebut sejumlah lulusan BTH telah tersebar di berbagai sektor, termasuk kesehatan, pemerintahan, maupun dunia usaha.

Untuk Program Studi Teknologi Pangan, misalnya, terdapat lulusan yang telah terserap dalam kebutuhan sektor pangan.

“Teknologi pangan juga sudah dipesan di MBG. Kemudian TLM juga sekarang banyak yang sudah mulai diterima di lapangan pekerjaan,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menilai perkembangan BTH menunjukkan adanya akselerasi, baik dari sisi infrastruktur maupun sumber daya manusia.

Menurut Viman, perguruan tinggi tidak cukup hanya mencetak lulusan yang kuat secara teori. Ilmu yang dihasilkan kampus juga perlu memberikan dampak nyata bagi daerah.

“Kualitas pendidikan, kualitas mencetak mahasiswa bukan hanya kuat secara teori, tapi juga harus bisa berdampak,” cetus Viman.

Baca Juga:Rekonstruksi Kasus Pengeroyokan Remaja di Tasikmalaya! 4 Tersangka Peragakan 16 Adegan, Terancam 7 TahunCerita Hidup Bupati Herdiat!

Dia mendorong kolaborasi antara Pemerintah Kota Tasikmalaya dan perguruan tinggi melalui pendekatan pentahelix.

Salah satunya dengan memanfaatkan hasil kajian dan penelitian akademisi sebagai bahan dalam penyusunan kebijakan pemerintah.

“Pemerintah membutuhkan pandangan, kajian, penelitian dari akademisi agar visi dan misi pemerintah bisa terwujud,” ujarnya.

Viman juga menyoroti bidang kesehatan yang menjadi salah satu kekuatan BTH. Menurutnya, kebutuhan tenaga kesehatan di Kota Tasikmalaya masih menjadi ruang kolaborasi yang dapat diperkuat bersama perguruan tinggi.

Di sisi lain, kehadiran Program Studi Rekayasa Kosmetik dinilai dapat menjadi salah satu identitas akademik baru bagi Kota Tasikmalaya.

0 Komentar