Program GENIUS tidak hanya mengenalkan budaya menabung. Para peserta juga dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola keuangan, memahami produk dan layanan jasa keuangan, hingga meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas keuangan ilegal.
Di antaranya pinjaman online ilegal, penipuan keuangan digital, serta judi online yang semakin mudah menyasar masyarakat melalui ruang digital.
OJK Tasikmalaya juga mendorong pembentukan Duta Literasi Keuangan atau Guru Penggerak Literasi Keuangan di sekolah.
Baca Juga:Nurul Awalin Resmi Jadi Ketua Partai Golkar Kota Tasikmalaya, Target 10 Kursi di DPRD Jadi TantanganWakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra Digoda Masuk Golkar
Mereka diharapkan menjadi penggerak edukasi sekaligus teladan dalam penerapan perilaku keuangan yang sehat.
Pendekatan tersebut diharapkan menciptakan efek pengganda. Pengetahuan yang diterima tenaga pendidik tidak berhenti di ruang kegiatan, tetapi dapat diteruskan kepada peserta didik dalam proses pembelajaran dan kehidupan sehari-hari.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menyatakan dukungannya terhadap GENIUS. Menurutnya, perkembangan layanan keuangan yang semakin mudah diakses harus diimbangi dengan kemampuan generasi muda dalam mengambil keputusan secara bijak.
“Anak-anak kita hari ini tumbuh di tengah kemudahan akses layanan keuangan yang luar biasa. Karena itu, tugas kita bukan hanya membuka akses, tetapi memastikan mereka memiliki pengetahuan, kehati-hatian, dan kemampuan mengambil keputusan keuangan yang benar,” tutur Viman.
Melalui GENIUS, Viman berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat mengejar prestasi akademik.
Lingkungan pendidikan juga diharapkan mampu membentuk pelajar yang cakap mengelola keuangan, memahami risiko, serta bertanggung jawab atas keputusan yang diambil.
Momentum BIK 2026 sekaligus menjadi ruang bagi OJK untuk mendorong industri jasa keuangan agar semakin aktif memberikan edukasi dan memperluas akses masyarakat terhadap produk serta layanan keuangan formal yang legal, aman, dan sesuai kebutuhan.
Baca Juga:Dewas RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya Disorot Soal Rangkap Jabatan dan UsiaKapolda Jabar Soroti Kasus Curanmor Remaja di Tasikmalaya, Orang Tua Diminta Lebih Peduli
OJK Tasikmalaya bersama Pemkot Tasikmalaya, KCD Pendidikan Wilayah XII, Dinas Pendidikan, PGRI, industri jasa keuangan dan seluruh ekosistem pendidikan berkomitmen melanjutkan kolaborasi melalui GENIUS.
Harapannya, gerakan tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Literasi keuangan perlu menjadi kebiasaan di sekolah, sehingga pelajar tidak hanya tahu cara menggunakan uang, tetapi juga mampu mengenali risiko sebelum keputusan finansial berubah menjadi masalah. (rezza rizaldi)
