RADARTASIK.ID – Legenda AC Milan, Zvonimir Boban, memberikan penilaian terhadap perkembangan Rossoneri sekaligus peran Luka Modric di bawah asuhan Ruben Amorim.
Boban menilai Milan masih belum menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Ia hanya memberikan apresiasi terhadap keberanian tim untuk memainkan sepak bola yang lebih menyerang.
Baca Juga:Boban Yakin Como Bisa Menangkan Scudetto: Mereka Bisa Menyulitkan Semua TimRuang Ganti AS Roma Yakin Endrick Tak Akan Pilih AC Milan Jika Tinggalkan Real Madrid
“Selama bertahun-tahun Milan tidak melakukan hal-hal seperti Milan, dalam berbagai aspek. Saya tidak melihat langkah maju, kecuali keberanian dan keinginan memainkan sepak bola ofensif,” ujar Boban kepada La Gazzetta dello Sport.
Boban juga menyoroti perekrutan Goncalo Ramos yang menjadi pemain termahal dalam sejarah Milan saat ini.
Menurutnya, harga yang dibayarkan Milan terlalu tinggi, meski sang penyerang memiliki kemampuan yang cukup baik dalam mencari ruang dan menemukan peluang mencetak gol.
“Ramos dibayar dengan harga yang tidak proporsional. Namun, dia bergerak dengan baik untuk mencetak gol dan memiliki insting di depan gawang. Tetapi kami masih jauh dari kualitas pemain yang bisa mengubah dimensi sebuah tim,” katanya.
Di sisi lain, Boban mengaku terkesan dengan kisah Cisse, pemain muda yang mendapatkan kesempatan berkat bakatnya.
Perhatian terbesar Boban tertuju kepada Modric. Ia menilai usia tidak menghilangkan kualitas pemain Kroasia tersebut.
“Modric memiliki kejeniusannya dan kejeniusannya tidak hilang karena usia. Dengan logikanya, dia mampu mengantisipasi berbagai situasi,” ujar Boban.
Baca Juga:Del Piero Kagum dengan Sentuhan Ajaib Fabregas di Como: “Proyek Mereka Luar Biasa”Enzo Fernandez Sindir Halus Chelsea Usai Pindah ke Manchester City: “Ini Klub yang Dibangun untuk Sukses”
Namun, Boban memperkirakan Modric akan menghadapi tantangan besar dalam sistem permainan Amorim.
Menurutnya, karakter permainan Milan saat ini membuat Modric harus bekerja lebih keras dibandingkan ketika masih berada dalam sistem Massimiliano Allegri.
“Dengan Allegri, dia dilindungi oleh dua gelandang tengah dan bermain lebih dalam. Sekarang dia harus menutup area sepanjang 60 meter bersama pemain lain. Itu akan sulit,” kata Boban.
Boban menilai keputusan Modric untuk bertahan dan melanjutkan karier di Milan merupakan pilihan pribadi yang patut dihormati.
Namun, dari sisi taktik, perubahan sistem permainan bisa menjadi ujian berat bagi pemain berusia veteran tersebut.
Dengan tuntutan fisik yang lebih besar dalam sistem Amorim, kemampuan Modric untuk mengatur energi sekaligus mempertahankan pengaruhnya di lini tengah akan menjadi salah satu hal menarik yang patut diperhatikan di Milan musim ini.
