SMKN Cikalong Gelar IHT untuk Perkuat Link and Match dengan Dunia Usaha dan Industri

smkn cikalong
Sejumlah guru SMKN Cikalong dan narasumber dari PT Smart Solusindo Enterprise foto bersama usai acara In House Training, Selasa (1/9/2026). (IST)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – SMK Negeri Cikalong Kabupaten Tasikmalaya menggelar In House Training (IHT) bertema “Penyelarasan Kurikulum SMK dalam Mendukung Link and Match dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI)” Selasa (1/9/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah menyesuaikan materi pembelajaran dengan perkembangan kebutuhan dunia kerja. Melalui IHT, guru dan tenaga kependidikan mendapat pembekalan agar kompetensi yang diajarkan di sekolah tetap relevan dengan perkembangan teknologi, standar kerja, serta kebutuhan industri.

Untuk memperkuat materi yang diberikan, SMKN Cikalong menggandeng PT Smart Solusindo Enterprise sebagai mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Kehadiran mitra industri diharapkan tidak hanya memberikan wawasan baru kepada guru, tetapi juga membawa perkembangan teknologi dan budaya kerja industri ke dalam proses pembelajaran di sekolah.

Baca Juga:Ratusan Warga Perum BMM Tasikmalaya Meriahkan HUT RI dengan Fun Walk dan KarnavalSiswa MAN 1 Tasikmalaya Juara OBA Jabar, Syifa Auliya Lolos Nasional

Dalam kegiatan itu, dua narasumber dari latar belakang praktisi dan akademisi dihadirkan untuk memberikan perspektif mengenai kebutuhan dunia kerja. Salah satunya Danial Kusumah SE MM, akademisi yang juga aktif sebagai training and development specialist.

Di hadapan peserta IHT, Danial membahas pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan industri, khususnya untuk menghadapi persaingan kerja yang semakin dinamis.

“Sinergi link and match ini bukan sekadar menyamakan kurikulum di atas kertas, tetapi bagaimana kita mentransfer budaya kerja industri ke dalam ruang kelas. Kami di industri membutuhkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi memiliki growth mindset dan keterampilan teknis yang langsung siap pakai sejak hari pertama mereka bekerja,” ujar Danial.

Paparan yang disampaikan diarahkan pada upaya sekolah menyelaraskan kompetensi pembelajaran dengan kebutuhan industri. Dengan memahami standar yang diterapkan di dunia kerja, guru produktif dapat memperbarui materi maupun pendekatan pembelajaran agar lebih dekat dengan kondisi yang akan dihadapi peserta didik setelah lulus.

Kemitraan dengan PT Smart Solusindo Enterprise diharapkan menjadi bagian dari upaya SMKN Cikalong mempersempit kesenjangan antara pembelajaran di sekolah dan kebutuhan dunia kerja.

Pengetahuan yang diperoleh melalui IHT selanjutnya dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, sehingga kompetensi lulusan tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi juga sesuai dengan tuntutan industri. (Fitriah Widayanti)

0 Komentar