Kabupaten Ciamis Fokus Cegah Stunting Baru, OPD Diarahkan Dampingi Setiap Kecamatan

Stunting ciamis
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya saat melakukan sambutan dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 tingkat Kabupaten Ciamis di Aula PKK, Rabu (2/9/2026). (Fatkhur Rizqi/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

CIAMIS, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kabupaten Ciamis memperkuat upaya percepatan penurunan dan pencegahan kasus stunting baru atau new zero stunting. Strategi tersebut dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk melibatkan organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) hingga kader posyandu.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengatakan Pemkab Ciamis saat ini fokus menangani sekaligus mencegah munculnya kasus stunting baru. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui program penanganan new zero stunting.

“Setiap kecamatan kini mendapatkan pendampingan dari satu organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai pembina dan pembimbing untuk mempercepat penurunan stunting baru,“katanya dalam momentum peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 tingkat Kabupaten Ciamis di Aula PKK, Rabu (2/9/2026).

Baca Juga:Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Gebrak Sukarame, Gelar Lomba Rakyat Semarakkan KemerdekaanSembilan Atlet Pasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Bawa Pulang 9 Medali dari Kejurnas di Kota Bekasi

Menurut Herdiat, pendampingan tersebut mulai menunjukkan hasil di lapangan. Ia mencontohkan kondisi di Desa Pawindan. Saat melakukan kunjungan, ia mendapatkan informasi bahwa jumlah balita yang masuk kategori stunting sebelumnya mencapai 24 anak.

“Berkat pembinaan intensif dari pimpinan OPD bersama kader posyandu, kini jumlahnya turun menjadi 16 anak, di mana 8 anak di antaranya telah menunjukkan perkembangan gizi yang jauh lebih baik,“ ujarnya.

Herdiat menegaskan, persoalan stunting tidak semata-mata disebabkan faktor ekonomi atau kemiskinan. Menurutnya, pola asuh dan pemahaman orang tua terhadap pertumbuhan anak juga menjadi faktor penting yang harus mendapat perhatian.

Ia bahkan menyebut kasus stunting dapat terjadi pada keluarga yang tidak tergolong prasejahtera apabila pemahaman mengenai pola pertumbuhan dan kebutuhan anak masih rendah.

“Untuk itu, masyarkat harus memiliki pola asuh yang baik terhadap anaknya, karena hal tersebut yang paling penting dalam pencegahan stunting. Mudah-mudahan anak cucu kita semua terhindar dari stunting,“ katanya.

Karena itu, Herdiat mengapresiasi kiprah kader PKK yang selama ini aktif membantu masyarakat, termasuk dalam meningkatkan pemahaman mengenai pola asuh anak. Memasuki usia ke-54 tahun, PKK dinilai telah banyak berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk mendukung upaya mewujudkan Generasi Emas 2045.

“Saya berpesan kepada PKK Ciamis agar seluruh kader tetap semangat menjaga kebersamaan serta semangat gotong royong demi kemajuan masyarakat Ciamis, khusus dalam pencegahan stunting baru sehingga mewujudkan generasi emas 2045.

0 Komentar