Cuplikan Guardiola yang Marahi Tijani Reijnders Viral di Medsos: “Mau Ulangi Musim Seperti di AC Milan?” 

Pep Guardiola
Pep Guardiolafoto: instagram @ManCity
0 Komentar

Reijnders sendiri tidak banyak membicarakan percakapan di antara mereka ketika ditanya Sky Sports.

“Itu sesuatu antara kami,” kata Reijnders singkat.

Guardiola kemudian menjelaskan kejadian tersebut kepada BBC.

“Saya mengatakan kepadanya bahwa saya ingin membunuhnya karena dia bermain dengan sangat baik,” ujar Guardiola.

Guardiola juga mengakui bahwa Reijnders saat itu tidak banyak mendapatkan kesempatan bermain.

Baca Juga:Nasib Tomori Berubah 180 Derajat, Cedera Gabbia Jadi Jalan Pulang ke AC MilanJuventus Resmi Datangkan Nick Woltemade, Striker Rp1,8 Triliun Kini Bergaji Rp88 Miliar

Namun, sang gelandang mampu memberikan penampilan yang sangat baik ketika dipercaya tampil.

“Tijjani adalah pemain yang belakangan ini tidak terlalu banyak bermain, tetapi dia memberikan penampilan yang luar biasa,” lanjut Guardiola.

Menariknya, kini baik Guardiola maupun Reijnders sudah tidak lagi berada di Manchester City.

Guardiola meninggalkan Manchester City setelah menjalani 10 musim bersama klub tersebut dan mempersembahkan 20 trofi.

Sementara itu, Reijnders kemudian dilepas Manchester City ke Al-Qadsiah dengan nilai transfer mencapai €61 juta atau sekitar Rp1,22 triliun jika menggunakan kurs €1 = Rp20.000.

Reijnders sebelumnya meninggalkan AC Milan pada musim panas 2025 untuk bergabung dengan Manchester City.

Kepindahan tersebut menjadi salah satu transfer penting dalam kariernya sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Liga Arab Saudi.

Baca Juga:Como Raja Bursa Transfer di Serie A, Inter Kedua, AC Milan Diberi Nilai 5,5Jurnalis Italia Tak Puas dengan Transfer AC Milan: Tak Cukup Hanya Andalkan Ramos dan Camarda di Lini Depan

Cuplikan dokumenter Guardiola tersebut kini kembali menjadi sorotan karena memperlihatkan sisi lain hubungan sang pelatih dengan Reijnders.

Di satu sisi Guardiola bisa sangat keras terhadap pemainnya, tetapi di sisi lain ia juga menunjukkan apresiasi tinggi ketika sang gelandang mampu memberikan performa terbaik.

0 Komentar