Kerja sama juga membuka ruang bagi penguatan Pojok Pengawasan sebagai tempat berdiskusi dan memperoleh informasi mengenai kepemiluan. Selain itu, IMM dan Bawaslu dapat melakukan pertukaran informasi, materi, serta narasumber untuk mendukung kegiatan yang disepakati bersama.
Satria berharap kolaborasi tersebut dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk mengambil bagian dalam proses demokrasi. Menurutnya, mahasiswa perlu didorong untuk tidak berhenti pada penggunaan hak pilih, tetapi memahami sekaligus mengawal proses yang berlangsung di baliknya.
“IMM ingin menjadikan kerja sama dengan Bawaslu ini sebagai ruang untuk membangun kesadaran kritis dan meningkatkan kapasitas mahasiswa maupun masyarakat agar tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga mampu berpartisipasi aktif dalam mengawal proses demokrasi,” pungkasnya. (Fitriah Widiyanti)
