Amorim menegaskan bahwa dirinya tidak memberikan target gol tertentu kepada Ramos.
“Saya tidak memintanya mencetak jumlah gol tertentu. Kami membayarnya dengan harga yang mahal dan dia memang harus mencetak gol. Tetapi meskipun dia tidak mencetak gol, cara dia bekerja untuk tim tetap sangat penting,” ujar Amorim.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Amorim tidak hanya menilai Ramos berdasarkan jumlah gol.
Baca Juga:AC Milan Tumbangkan Venezia 2-0: Goncalo Ramos Berkah Sekaligus Kutukan Bagi RossoneriLeao Menangis Tinggalkan AC Milan: Ini Bukan Cinta Terakhir
Striker asal Portugal itu diharapkan mampu menjadi ujung tombak sekaligus memberikan kontribusi dalam permainan kolektif.
Dengan waktu yang semakin terbatas sebelum bursa transfer ditutup, Milan kini menghadapi pekerjaan besar.
Kemenangan atas Venezia menjadi modal positif, tetapi pertandingan tersebut juga memperlihatkan bahwa skuad Amorim belum sepenuhnya selesai.
Setidaknya satu penyerang kreatif, seorang bek tengah, dan gelandang kiri masih menjadi kebutuhan yang harus dipertimbangkan.
Setelah menginvestasikan sekitar €165 juta atau Rp3,3 triliun, Milan tidak ingin mengakhiri bursa transfer dengan skuad yang masih menyisakan lubang.
Kini keputusan berada di tangan manajemen Rossoneri: memperkuat tim dengan pemain yang benar-benar berkualitas atau mengambil risiko menjalani musim dengan skuad yang belum sepenuhnya ideal.
