“Sedangkan, di wilayah DI Cikunten tercatat sekitar 333 titik oncoran atau sadap liar. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor kehilangan air untuk kebutuhan pertanian,” paparnya.
Pemkot juga akan mendorong pembentukan Komisi Irigasi (Komir) tingkat Kota Tasikmalaya melalui Bappeda. Viman menargetkan pembahasan awal dilakukan secepatnya, dengan kegiatan diskusi diharapkan sudah terlaksana pada pekan pertama September 2026.
Di sisi lain, BBWS Citanduy telah melakukan sejumlah langkah penanganan banjir dan kekeringan. Di antaranya penyediaan pompa di wilayah Cikalang, pembersihan kawasan Cihideung, serta rehabilitasi saluran primer DI Cikunten II di kawasan Pesantren Gunung Kondang, Mangkubumi.(Firgiawan)
