Karena itu, setiap poin akan sangat berarti bagi Como.
Perjalanan Como menuju Liga Champions menjadi salah satu kisah paling menarik dalam sepak bola Italia.
Klub yang beberapa tahun lalu masih berjuang di level bawah kini bersiap menghadapi PSG, Manchester United, Barcelona, hingga klub-klub elite Eropa lainnya.
Bagi Ludi, pencapaian tersebut menjadi simbol keberhasilan proyek yang telah dibangun selama tujuh tahun.
Baca Juga:AC Milan Ingin Duetkan Camarda dan Goncalo Ramos, Ruben Amorim: Francesco Bukan Pilihan Ketiga Intip Calon Lawan Juventus dan AC Milan di Liga Europa
Kini, tantangannya berubah. Como tidak lagi hanya mengejar promosi atau bertahan di Serie A. Mereka harus bersiap menghadapi klub-klub terbaik Eropa.
Empat pertandingan di Sinigaglia akan menjadi kesempatan bagi Como untuk mengumpulkan poin di hadapan pendukung sendiri.
Sementara empat laga tandang, terutama melawan Barcelona, akan menguji mental dan kualitas skuad Fàbregas.
Dengan delapan pertandingan yang sudah diketahui lawannya, Como kini tinggal menunggu UEFA menetapkan tanggal dan jam kick-off secara resmi.
Satu hal sudah pasti: debut Como di Liga Champions tidak akan biasa-biasa saja.
Mereka langsung mendapatkan panggung untuk berhadapan dengan PSG dan Manchester United di kandang, sekaligus menghadapi Barcelona di laga tandang.
Bagi klub yang tujuh tahun lalu baru memulai sebuah proyek, daftar lawan tersebut menjadi bukti betapa jauh perjalanan Como dalam waktu singkat.
