TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pertumbuhan investor pasar modal terus meluas hingga ke daerah. Di Tasikmalaya, jumlah Single Investor Identification (SID) pasar modal hingga Juli 2026 mencapai sekitar 376.558, terdiri atas 82.097 SID di Kota Tasikmalaya dan sekitar 294.461 SID di Kabupaten Tasikmalaya.
Data investor pasar modal di Tasikmalaya tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Barat Achmad Dirgantara dalam paparannya mengenai perkembangan pasar modal, baru-baru ini.
Menurut Achmad, pertumbuhan jumlah investor di Tasikmalaya tersebut sejalan dengan posisi Jawa Barat yang memiliki kontribusi besar terhadap jumlah investor pasar modal secara nasional.
Baca Juga:Tim Futsal MTs Garut Juara Porseni Jawa BaratBUMI Perluas Gurita Bisnis Tambang, Akuisisi Loyal Metals Rp 977 Miliar Disetujui
“Jadi Jawa Barat ini mempunyai kontribusi terbesar investor di Indonesia. Kalau di saham itu 21 persen, jadi banyak yang KTP Jawa Barat,” ungkap Achmad.
Secara keseluruhan, kontribusi Jawa Barat mencapai sekitar 20 persen dari total SID pasar modal nasional. Sementara secara nasional, jumlah investor pasar modal kini mencapai 30,7 juta investor. Jumlahnya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang masih berada di bawah angka 30 juta.
Namun, peningkatan jumlah investor belum sepenuhnya diikuti tingginya tingkat literasi pasar modal. Achmad mengatakan, literasi pasar modal memang masih relatif rendah dibandingkan instrumen keuangan lainnya, meskipun menunjukkan peningkatan.
“Literasi di pasar modal ini memang masih rendah dibanding instrumen lain walaupun mengalami kenaikan. Kalau sebelumnya 15,43 persen menjadi 17,78 persen di tahun 2025,” ujarnya.
Pertumbuhan jumlah investor tersebut berlangsung di tengah semakin besarnya aktivitas di pasar modal Indonesia. Achmad menyebut rata-rata transaksi saham harian berada di kisaran Rp 22 triliun, dengan nilai transaksi pada hari tertentu dapat bergerak di bawah maupun di atas Rp 20 triliun.
Dari sisi jumlah perusahaan, Achmad menyebut terdapat 962 emiten yang tercatat di bursa, sementara jumlah obligasi dan sukuk mencapai 135. Adapun kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia telah mencapai sekitar Rp 11.246 triliun.
Menurutnya, aktivitas pasar modal juga ditopang oleh semakin beragamnya instrumen investasi yang dapat diakses masyarakat. Investor tidak hanya masuk ke saham, tetapi juga berinvestasi melalui obligasi, sukuk, reksadana, serta instrumen pasar modal lainnya. (Fitriah Widayanti)
