CIAMIS, RADARTASIK.ID – Kecamatan Banjaranyar menjadi wilayah paling terdampak kekeringan di Kabupaten Ciamis selama musim kemarau 2026. Kondisi tersebut terlihat dari tingginya distribusi bantuan air bersih yang mencapai 110.000 liter.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, sepanjang Juli-Agustus 2026 telah disalurkan 295.000 liter air bersih ke 15 kecamatan terdampak kekeringan. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 11.302 jiwa atau 4.372 kepala keluarga (KK).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supiani mengatakan, penanganan kekeringan dilakukan Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama PDAM, perbankan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ciamis, instansi terkait, serta sukarelawan.
Baca Juga:Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Gebrak Sukarame, Gelar Lomba Rakyat Semarakkan KemerdekaanSembilan Atlet Pasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Bawa Pulang 9 Medali dari Kejurnas di Kota Bekasi
“Sebanyak 295.000 liter, kita sudah mengirimkan air bersih ke 11.302 jiwa dari 4.372 KK di 15 kecamatan yang ada Ciamis. Bantuan air bersih itu, tidak hanya dari BPBD Ciamis, akan tetapi juga dibantu instansi lainnya dan sukarelawan dalam pelaksanaan pendistribusian air bersih ke lokasi terdampak kekeringan,” kata keterangan tertulisnya, Selasa (25/8/2026).
Adapun 15 kecamatan yang terdampak kekeringan meliputi Banjarsari, Banjaranyar, Ciamis, Cidolog, Panawangan, Lumbung, Pamarican, Cihaurbeuti, Jatinagara, Cimaragas, Purwadadi, Kawali, Cikoneng, Tambaksari, dan Cisaga.
Dari seluruh wilayah tersebut, Banjaranyar menjadi kecamatan dengan distribusi air bersih terbanyak, yakni 110.000 liter. Bantuan itu disalurkan ke sejumlah desa yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, di antaranya Desa Banjaranyar, Cigayam, Cikaso, dan Kalijaya.
“Juara penyaluran air bersih akibat kekeringan saat ini Kecamatan Banjaranyar, seperti pada Desa Banjaranyar, Cigayam, Cikaso, dan Kalijaya,” ujarnya.
Secara keseluruhan, distribusi air bersih selama Juli-Agustus 2026 telah mencapai 295.000 liter. Penyaluran dilakukan menggunakan tangki air berkapasitas 5.000 liter untuk setiap titik wilayah yang mengalami kekeringan.
“Kita didistribusikan menggunakan tangki air berisi 5.000 liter setiap titik wilayah yang mengalami kekeringan. Saat ini selama dua bulan sudah mencapai 295.000 liter,” katanya.
Penanganan kekeringan tersebut dilakukan seiring dengan penetapan status siaga darurat kekeringan oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis. Status tersebut berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026.
Baca Juga:Gelorakan Gerakan Langit Biru, Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Bersihkan Jalan dan Tanam Puluhan PohonPangdam III/Siliwangi Terima Kunjungan Paskibraka Jawa Barat 2026
Status siaga darurat menjadi dasar bagi seluruh jajaran dan pemangku kebijakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat koordinasi dalam menghadapi dampak musim kemarau, khususnya di wilayah yang mengalami krisis air bersih.
